Kepala SMKN 5 Selong, Ruslan, S.T, M. Pd., Saat workshop Peningkatan Kompetensi Guru "Implementasi Kurikulum Merdeka" belum lama ini. (Dok. smaktasel)

Lombok Timur (postkotantb.com)- SMKN 3 Selong merupakan salah satu sekolah yang kini tengah gencar dalam hal pembenahan. Nyaris tidak satupun program pemerintah, baik pusat hingga tingkat daerah, kerap dilaksanakan sekolah kejuruan ini.

Salah satunya program yang kini masih hangat disoroti publik, adalah Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Diwawancarai Sabtu (29/07), Kepala SMKN 3 Selong, Ruslan, S.T, M. Pd, mengaku sementara ini, sekolahnya belum terdaftar sebagai sekolah IKM. Kendati demikian pihaknya konsisten untuk tetap melaksanakan kurikulum tersebut.

Salah satunya diantaranya kegiatan internal sekolah. Yaitu In House Training (IHT) dalam rangka membentuk profil pelajar Pancasila serta sudah melaksanakan beberapa hal lainnya di Platform Merdeka Belajar.

Seperti analisis Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Acuan Tujuan Pembelajaran (ACP). Bahkan, sekolah ini sudah membuat modul mengajar, sebagai pengganti RPP.

"Kalau untuk P5, kami mengambil kegiatan theater dengan mengambil tema Bangunlah Jiwa Raga. Nantinya ketika pentas, anak-anak kami akan berteather tentang akibat atau dampak dari bulying," bebernya.

Menurut rencana, pihaknya akan mendaftar sebagai sekolah IKM pada Bulan Maret tahun depan, sambil menunggu Penerbitan izin SMKN 3 Selong, sebagai pusat keunggulan (PK).

"Kami sudah wawancara tinggal tunggu hasil 10 Agustus mendatang. Kalau syarat-syaratnya sudah lengkap. Jadi ini program jangka panjang, Sementara ini pembenahan pembelajaran. Anak-anak sudah mulai tertib disiplin waktu sekolah," jelasnya. (RIN)