Kepala SMKN 3 Mataram (SMEKTI), Sulman Haris, saat sambutan pada puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (10/10), memaparkan banyak hal tentang kemajuan SMEKTI.

Mataram (postkotantb.com)- Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 3 Mataram (SMEKTI) yang diselenggarakan, Selasa (10/10) berbeda seperti pada umumnya. Karena kali ini, perayaannya tidak sekedar kumpul dan menikmati kuliner maulidan khas Lombok.

Sesuai tema yang diusung yakni, Implementasi P5 Penguatan Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal, SMEKTI melibatkan seluruh pihak dengan latar berbeda agama untuk sama-sama memeriahkan acara maulid tersebut.

"Kebetulan saat ini hadir semua. Baik yang beragama Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Ini sebagai wujud nasionalisme di sekolah, untuk kita bersepakat, bahwa akhlak adalah fondasi awal untuk semua yang di cita-citakan," ungkap Kepala SMEKTI, Sulman Haris, dalam sambutannya.

Hal ini sejalan pasca penunjukan SMEKTI sebagai salah satu sekolah yang menjadi Pilot Project untuk penerapan program Sekolah Anti Kekerasan.

Maka melalui P5, pihaknya dapat menjamin bahwa sekolah saat ini, dapat menerapkan bela negara, moderasi beragama, anti bullying dan lainnya.

"SMEKTI sekolah ketiga yang ditunjuk untuk menerapkan proyek ini," imbuhnya.

Puncak peringatan maulid nabi yang berlangsung di Lapangan SMEKTI, dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram, TGH Muammar Nasrullah, sebagai penceramah.

Tampak pula Kepala SMEKTI Periode 2001 sampai dengan 2004, Drs Sukran, Kepala SMEKTI Periode 2018 sampai dengan 2020, Muh. Tauhid, Ketua Komite Sekolah, Dra Edy Susilo dan pengawas pembina SMK, Ridwan.

Selain moderasi beragama, pihaknya juga mengadakan lomba Ornamen Dulang pada masing-masing kelas. Melalui lomba ini, pihaknya ingin melestarikan kearifan lokal masyarakat NTB dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Dulang ini adalah simbol budaya. Apalagi ada Tembolak Merah yang bermakna kesejateraan," bebernya.

Puncak peringatan maulid ini, dirangkai juga dengan pemberian santunan terhadap 20 Yatim Piatu yang berasal Gomong dan Dasan Agung, Kota Mataram.

"Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan pendataan terhadap peserta didik kami yang yatim piatu. Nantinya mereka akan menjadi skala prioritas untuk program bakti sosial," jelasnya.

Sementara itu, TGH Muammar Nasrullah dalam ceramahnya, mengulas sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga cara menumbuhkan rasa cinta terhadap nabi akhir zaman tersebut.

Di akhir ceramahnya, ia pun menekankan terhadap tiga hal penting yang berkaitan dengan akhlak Nabi. Diantaranya Saling tolong-menolong dalam keadaan apapun, berbuat baik dan bersikap lemah lembut terhadap sesama.

"Tiga akhlak Rasulullah ini yang harus kita jadikan suri tauladan," pesannya.




PUJI KEMAJUAN SMEKTI.




Kepala SMEKTI Periode 2001 sampai dengan 2004, Dra Sukran mengaku sangat terkesan dengan berbagai kemajuan sekolah yang pernah ia pimpin. Baik sarana dan prasarana, sumber daya hingga sistem belajar mengajar. Kemajuan ini menurutnya sesuai dengan perkembangan zaman.

"Terlebih lagi, SMEKTI sudah menjadi Pusat Keunggulan dan SMK BLUD," Pujinya.

Ia berharap, pemerintah daerah serta pihak lainnya, bisa ikut menjaga sekaligus mendorong percepatan kemajuan SMEKTI agar ke depan, tetap menjadi pusat keunggulan masyarakat NTB.

"Seperti tema yang diusung di acara maulid ini luar biasa membawa nuansa baru. Ini sangat dibutuhkan agar generasi muda Gen Z tidak jenuh," tutupnya.(RIN)