Kadin


kes Lombok Barat Arif Suryawirawan,S.Si.Apt.MPH. Forto Ist/Lalu Irsyadi


Lombok Barat (postkotantb.com) - Momentum hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember 2023 semakin tingkatkan intensitas upaya Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Lombok Barat masifkan sinergitas dengan berbagai pihak dan gencarkan pencegahan melalui kegiatan penyuluhan untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/Aids hingga mengawal pengobatan bagi pasien yang sudah terpapar.

" Sekarang kita fokuskan akar rumput, sasar pelajar locus SMP/ Mts, sudah launching bahan ajar Mei 2023 lalu, masuk salah satu pengembangan kurikulum kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag," sampai M.Junaidi,SH Ketua KPA Lombok Barat, Jum'at (24/11/2023).

Nanti, KPA akan mencetak Duta-Duta pelajar peduli HIV/Aids di sekolàah-sekolah yang akan dilounching oleh ibu Bupati Hj.Sumiatun. Ada sejumlah 100 siswa yang akan ditunjuk dan dibekali pengetahuan jadi Duta dari masing-masing perwakilan sekolah. Kemudian ilmu yang didapat akan ditelurkan ke teman-temannya.

Bentuk sinergitas KPA selain dengan Dinas pendidikan juga bekerjasama gandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Kesehatan Lombok Barat.

" Baznas siap membantu para korban HIV/Aids," tutur M.Junaidi.

Saat ini, ulasnya, data terbaru menunjukkan angka korban HIV/Aids cukup tinggi. Secara komulatif, terdapat sekitar 450 orang penderita yang tersebar hampir di seluruh kecamatan.

Sementara koordinasi dengan Dinas Kesehatan, diterangkan, sudah barang tentu sebuah satu kesatuan. 2 Rumah Sakit dan 20 puskesmas sudah siap melayanai pasien HIV/Aids. Ada tempat khusus pemeriksaan.

" Bahkan posyandu sudah turut berperan sosialisasikan HIV/Aids ke masyarakat," tambahnya.
Diharapkan, giat pencegahan dapat benar-benar ditekan dari hulu hingga hilir. Bisa terus meramu kebijakan-kebijakan apa yang sebaiknya dilakukan kedepan.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Arif Suryawirawan,S.Si, Apt.MPH miliki komitmen yang sama mengenai HIV/Aids. Bagian dari upaya transformasi kesehatan untuk Indonesia Maju. Pihaknya sudah membentuk tim untuk tetap memantau dan mengawal perkembangan HIV/Aids.


M.Junaidi.SH Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Lombok Barat.

" Angka penderita belum tentu sesuai jumlah kasus, ibarat gunung es, 1 keliatan ternyata bawahnya banyak, makanya saya sudah arahkan tim bergerak untuk menemukan atau menscreaning pasien agar segera diobati supaya tidak menular ke orang lain, karena HIV bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal usia," katanya.

Arif kemukakan obatnya gratis, bisa langsung didapat di faskes yang sudah ditunjuk.

Dihimbau, bagi yang merasa diri mendapat vonis HIV/Aids agar tidak menutup diri. Mau melapor dan dirawat, dijamin identitas dan kerahasiaan pasien dijaga.

"Masyarakat perlu berhati-hati, jangan berhubungan seks bebas tanpa pengaman, setiap komponen harus memahami bahaya dan resiko HIV/Aids," Tandasnya. (Irs)