Bupati Dr HW Musyafirin menyampaikan pesan mendalam di acara pemakaman Almarhumahah Dewi Ayu Kurniasari istri dari Sekda Sumbawa Barat H Amar Nurmansyah bertempat di TPU Kelurahan Pekat, Kota Sumbawa, Rabu (23/11/2023).
Sumbawa Besar (postkotantb.com) - Bupati Sumbawa Barat Dr HW Musyafirin menyampaikan pesan mendalam di acara pemakaman Almarhumahah Dewi Ayu Kurniasari istri dari Sekda Sumbawa Barat H Amar Nurmansyah bertempat di TPU Kelurahan Pekat, Kota Sumbawa, Rabu (23/11/2023).
Dalam mukaddimahnya, bupati menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya tidak kuat untuk menyampaikan kata tersebut, karena perasaan haru yang mendalam.
"Kami semua sangat merasa kehilangan sosok Ibu Dewi Ayu Kurniasari. Sebenarnya jasad almarhumah ingin sekali kami makamkan di Kabupaten Sumbawa Barat, namun karena atas permintaan keluarga maka almarhumah kami bawa ke Sumbawa untuk dimakamkan,'' terang bupati.
Bupati menuturkan keluhan rasa sakit sudah mulai dirasakan pada saat setelah pulang dari umroh. Tetapi karena almarhumah begitu tegar, almarhumah tidak mau menceritakan kepada orang lain atas keluhan yang dirasakan dan tidak ingin merepotokan orang lain atas penyakit yang dialami.
''Itulah yang membuat rekan-rekan pengurus Dharma Wanita KSB merasa sangat kehilangan. Termasuk dalam proses menjalankan ibadah haji. Bapak Amar Nurmansyah selalu menangis ketika saya telpon. Setelah proses hajinya selesai wukuf di Padang Arofah, saya meminta untuk mengurus kepulangannya walaupun tinggal beberapa hari lagi jadwal kepulangan, yang seharusnya dijalani oleh Bapak Amar Nurmansyah selama melaksanakan ibadah haji,'' tuturnya.
Hingga pada suatu waktu, bupati bersama istri mendatangi rumah Pak Amar menemui istri beliau. Setelah berdialog dengan beliau dan menangkap pesan, ternyata kondisi penyakit beliau sudah memprihatinkan.
Pada moment ini, bupati tak bisa membendung rasa haru. Penyampainnya berhenti sejenak sambil mengusap air mata lalu kemudian melanjutkan penyampaiannya.
"Inilah yang menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Ketika saya mengetahui bahwa kondisi beliau sudah memprihatinkan, saya langsung meminta kepada beliau untuk segera berangkat ke Mataram untuk melakukan check up.''
''Tapi jawaban dari beliau sungguh mengagetkan saya. Beliau menyampaikan kepada saya bahwa dirinya tidak akan pernah keluar rumah sebelum suaminya sudah di rumah. Jawaban tersebut membuat saya cukup tersentak, betapa tidak dalam kondisinya sudah memprihatinkan, beliau tetap konsisten untuk tidak mau kemana-mana sebelum suami berada di rumah,'' ungkap bupati.
Ia berpesan kepada seluruh warga yang hadir dalam proses pemakaman tersebut bahwa ini merupakan pelajaran berharga bagi semua.
Seperti diketahui bahwa Almarhumah meninggal di RSU Propinsi NTB pada hari Selasa (22/11/2023) pada Pukul 10.00 Wita.
Almarhumah sempat menjalani proses pengobatan di rumah sakit yang sama dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Pekat, Sumbawa Besar. (Amry)
Editor : Aminuddin





0Komentar