Breaking News

Pemkab Lotim Teken MoU Bantuan Hukum Bidang dan Tata Usaha Negara

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dalam hal ini, Bupati H. Haerul Warisin, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, menandatangani nota kesepakatan (MoU) bantuan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara, Senin (28/07/2025). 


Lombok Timur (postkotantb.com)- Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dalam hal ini, Bupati H. Haerul Warisin, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, menandatangani nota kesepakatan (MoU) bantuan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara, Senin (28/07/2025). 

Kesepakatan ini bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan taat hukum, serta memberikan pendampingan hukum terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah, termasuk pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kejaksaan dalam menjaga ketenangan dan kepastian dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Ia menekankan bahwa pendampingan hukum merupakan hal yang mutlak dan harus diterapkan dalam setiap kegiatan pemerintahan.

"Pemerintahan yang baik dan bersih tidak cukup hanya dinilai dari apa yang kita katakan, tapi dari bagaimana orang lain melihat dan menilai kinerja kita. Pendampingan hukum adalah bentuk komitmen agar setiap kegiatan tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, dan sesuai aturan," tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Lombok Timur tidak hanya bergantung pada kekuatan teknis dan besar anggaran, tetapi juga pada ketenangan dalam bekerja serta kejelasan hukum dalam setiap pelaksanaan program.

Sementara itu, Kepala Kejari Lotim, Hendro Wasisto menjelaskan, nota kesepakatan ini akan menjadi dasar pelaksanaan tugas Kejaksaan dalam memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain dalam rangka mendampingi pemerintah daerah. Terutama dalam menghadapi persoalan hukum keperdataan dan tata usaha negara.

Pendampingan juga mencakup perlindungan terhadap aset-aset milik daerah serta penguatan kapasitas hukum bagi para kepala desa dalam mengelola dana desa. Dengan demikian anggaran desa dapat dimanfaatkan secara tepat, dan tujuan pembangunan di desa dapat tercapai dengan optimal.

"Tugas kami bukan mencari kesalahan, tapi memastikan setiap rupiah anggaran digunakan dengan tepat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hendro.

Acara yang dihadiri oleh Sekda Lotim, para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) se-Lotim, tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara Pemda dan Kejari dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan hukum.


Pewarta: Multasri.
 

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close