Hendrawan Kordum Samudra NTB. Foto Istimewa



Lombok Barat, (postkotantb.com) - Di tengah kondisi rakyat Lombok Barat miskin ektrim, di perparah dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah, serta naiknya harga kebutuhan pokok, muncul dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan oleh kepala BAZNAS Lobar atas pungutan yang di lakukan kepada para pedagang sebesar Rp.50.000/bulan selama rentang waktu yang cukup lama

Dana pungutan kepada pedagang kaki lima di seputaran taman kota tersebut, kini memantik reaksi keras dari Suara Mahasiswa Untuk Demokrasi Rakyat Nusa Tenggara Barat (Samudra NTB). Hendrawan Kordum

"Kami akan menggelar aksi ke baznas Lombok Barat bersama rekan-rekan mahasiswa, dan surat sudah kami layangkan kepolres Lombok Barat, dimana kegiatan aksi akan kami lakukan pekan depan pada Selasa 09 Desember 2025".

Bukan hanya persolan pungutan yang menjadi tuntukan kami, tapi terkait dengan penolakan bantuan dari baznas untuk warga non muslim.

Padahal jelas di luar zakat, baznas bisa membantu saudara-saudara kita yang non muslim melalui baznas atas progam infak dan sedakah.

“Kami juga akan mendesak Kapolda NTB, Kapolres Lombok Barat untuk melakukan pemeriksaan di baznas Lombok Barat, karena banyak dugaan penyaluran dana umat tidak sesuai dengan regulasi memberikan yang bukan berhak mendapatkan bantuan di baznas." Tandasnya

Pewarta: Majedi