Mataram, (postkotantb.com) – Direktur Utama (Dirut) ALPA NTB, Herman, S.H., menyikapi keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat Polres Lombok Timur saat mengamankan demonstrasi di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis lalu.

Herman mengecam segala bentuk kekerasan dan intimidasi yang dianggap menyimpang dari prosedur hukum (SOP) yang berlaku. Menurutnya, tindakan oknum aparat tersebut telah mencederai rasa keadilan dan demokrasi di daerah tersebut.

"Kami mengecam keras adanya temuan dugaan intimidasi dan intervensi brutal terhadap massa aksi dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Kepolisian seharusnya menjadi pengayom dan penegak hukum yang adil, bukan justru menghambat kebebasan berpendapat dengan kekerasan," tegas Herman saat memberikan keterangan di Markas ALPA NTB, Jumat (23/01/2026).

Desak Evaluasi dan Tindakan Tegas
Lebih lanjut, Herman mendesak Kapolres Lombok Timur untuk segera mengambil langkah konkret terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia meminta adanya pemeriksaan internal yang transparan agar kepercayaan publik terhadap institusi Polri tidak luntur.

"Kami meminta kasus ini diusut tuntas. Kapolres harus segera melakukan pemeriksaan internal dan memproses oknum yang terlibat sesuai aturan yang berlaku," tambahnya.

ALPA NTB menyatakan akan terus mengawal dan memantau perkembangan evaluasi di internal Polres Lombok Timur. Herman menegaskan bahwa jika tidak ada tindakan tegas dari pimpinan kepolisian setempat, pihaknya siap melakukan mobilisasi massa yang lebih besar.

"Apabila Kapolres lambat atau lalai dalam mengambil sikap tegas, kami menyatakan sikap akan turun ke jalan bersama gabungan Ormas dan OKP Mahasiswa untuk menuntut keadilan," tutupnya. (Yayan)