Lombok Utara, (postkotantb.com) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi melakukan serah terima sarana dan prasarana program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2025. Acara tersebut dipusatkan di Jabal Guest, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, pada Rabu, 21 Januari 2026 (02 Sya'ban 1447 H).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Staf ahli bupati Lombok Utara, Kahar Rizal, Perwakilan Balai BPBPK NTB, Andria Hidayati, ST, MT, Kabid Cipta Karya dan Perkim PUPR KLU, Rangga, Camat Bayan dan Camat Kayangan, Kepala Desa Senaru dan Kepala Desa Santong Mulia, Ketua KKM Pamsimas dan tokoh masyarakat setempat.
Dua desa yang menjadi penerima manfaat pada tahun ini adalah Desa Senaru (Kecamatan Bayan) dan Desa Santong Mulia (Kecamatan Kayangan). Serah terima ini menandai beralihnya pengelolaan fasilitas air bersih dari pelaksana program kepada Pemerintah Desa setempat.
Staf ahli bupati Lombok Utara, Kahar Rizal yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Nusa Tenggara Barat atas realisasi program ini.
"Alhamdulillah, tahun 2025 Lombok Utara mendapatkan dua lokasi Pamsimas dengan alokasi biaya masing-masing sebesar Rp 500 juta. Di Desa Senaru terdapat 237 Sambungan Rumah (SR) dan di Desa Santong Mulia sebanyak 88 SR," urai Kahar Rizal dalam sambutannya.
Ia menekanka, bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Najmul Akhyar, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus melanjutkan, dan menambah program-program unggulan yang berdampak langsung pada derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan air layak konsumsi.
Kahar Rizal juga mengingatkan agar Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) menjaga aset tersebut dengan baik.
"Pengelolaan di Senaru dan Santong Mulia ini sangat luar biasa karena mampu melayani hampir 90 persen penerima manfaat. Ini prestasi yang patut dijadikan contoh atau tempat studi tiru bagi desa-desa lainnya dalam hal pengelolaan air bersih," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Cipta Karya PUPR KLU, Rangga, mengamini bahwa efektivitas Pamsimas sangat dirasakan. "Manfaatnya nyata, setidaknya 90 persen masyarakat di dua desa ini kini sudah terfasilitasi air bersih," jelasnya.
Perwakilan dari Balai PBPK NTB, Andria Hidayati, ST, MT, menjelaskan bahwa kekuatan utama Pamsimas terletak pada partisipasi masyarakat.
"Pamsimas adalah program yang konsepnya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap sarana yang telah dibangun ini dipelihara agar manfaatnya berkelanjutan," tegas Andria.
Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, bersama Kades Santong Mulia, Hermanto, mewakili warga menyampaikan rasa syukur mereka. Tercatat total 325 unit sambungan rumah telah terbangun, yang memberikan manfaat langsung bagi 975 jiwa di kedua desa tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Santong Mulia, Hermanto, juga menyampaikan apresiasi yang sama. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan dambaan masyarakat yang kini telah terealisasi.
"Saya mewakili masyarakat Santong Mulia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Balai PBPK NTB. Apa yang disampaikan Kades Senaru benar adanya, program ini memberikan manfaat yang sangat nyata. Dengan tersambungnya air ke rumah-rumah, beban masyarakat kami dalam mengakses air layak minum kini jauh lebih ringan," ujar Hermanto.
Ia juga berkomitmen untuk mendukung penuh KKM dan KPSPAMS di desanya agar sarana yang sudah terbangun bisa berumur panjang dan terus dikembangkan.
Usai prosesi penyerahan secara simbolis, Misyadin, Ketua KKM Pamsimas Lokok Bilok Desa Santong Mulia, memberikan tanggapannya terkait langkah strategis ke depan. Sebagai ujung tombak pengelolaan di lapangan, ia menegaskan bahwa tugas berat justru dimulai setelah pembangunan fisik selesai.
"Kami di KKM dan KPSPAMS menyadari bahwa membangun itu mudah, namun memelihara adalah tantangan yang sebenarnya. Kami berkomitmen untuk menerapkan sistem iuran yang transparan dan akuntabel agar biaya perawatan sarana ini tetap terjaga," ungkap Misyadin.
Ia juga menambahkan, bahwa kesuksesan Pamsimas di Lokok Bilok tidak terlepas dari gotong royong warga. Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan Balai BPBPK tetap berlanjut, terutama dalam hal pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan pengelola di tingkat desa.
"Target kami tidak hanya berhenti di 325 sambungan rumah yang ada saat ini. Dengan pengelolaan yang sehat, kami optimis ke depan jangkauan air bersih ini bisa terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat hingga menyentuh setiap sudut rumah warga yang belum terlayani," pungkasnya optimis. (@ng)





0Komentar