Lombok Utara, (postkotantb.com) - ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) berfokus pada penguatan pelayanan melalui peningkatan disiplin amil, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa, dan penyaluran bantuan konsumtif serta kemanusiaan, termasuk dukungan kesehatan dan penanganan bencana alam, untuk membantu mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Lombok Utara - KLU Senin 16 Maret 2026.

Bertempat di Masjid Islamik Centre Baiturraman Tanjung, Bupati dan Baznas menyalurkan dana kepada 666 orang guru ngaji dan marbot
Total sebesar Rp133.200.000 (seratus tiga puluh tiga juta dua ratus ribu rupiah). Masing masing guru ngaji dan marbot mendapatkan Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) yang bertujuan memaksimalkan zakat, untuk kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan di Lombok Utara.
Hal ini di sampaikan ketua Baznas KLU, Selamat Riadi,S.Pd, pada pembagian Insentif Senin (16/03/2026). 


Bupati Lombok Utara, DR H Najmul Akhyar menyampaikan rincian program Baznaz KLU yang berjalan pada awal 2026: Rapat awal tahun dan sosialisasi penguatan UPZ Desa di wilayah Kayangan, Bayan, Pemenang, Tanjung, dan Gangga.

Penyaluran bantuan bagi pasien rawat inap di RSUD Lombok Utara untuk meringankan biaya pengobatan. Bantuan bagi korban bencana alam, seperti pohon tumbang di Desa Sigar Penjalin. Penyaluran bantuan dana Rp200 ribu per penerima kepada warga, marbot, dan guru ngaji. Penerimaan mahasiswa PKL dan dukungan pendidikan, termasuk sosialisasi beasiswa BAZNAS periode 2026.


Survei progres renovasi rumah layak huni berkolaborasi dengan Baznas NTB, Bank NTB Syariah, dan Baznas RI. Kegiatan sosial keagamaan di berbagai masjid, seperti di Masjid Darul Muttaqin Bentek dan Al - Miftahusshalih Sokong. 
Program ini bertujuan memaksimalkan zakat untuk kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan di Lombok Utara.

Mlalui kesempatan ini Bupati juga menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat baik yang Muslim maupun non Muslim untuk senantiasa menjaga toleransi dalam melaksanakan kegiatan Pawai Takbiran, Hari Raya IdulbFitri 1447 Hijriah maupun hari Raya Nyepi umat Hindu yang kebulan waktunya bersamaan. 


Himbauan Bupati tersebut merupakan langkah positif untuk menjaga harmoni sosial, yang sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, seperti saat perayaan hari besar keagamaan (Idul Fitri, Ramadhan, atau Nyepi) atau dalam dialog lintas agama. (@ng)