Dapur SPPG Kekalik Jaya Mataram Dilalap Si Jago Merah, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tampak bangunan Dapur SPPG Kekalik Jaya Mataram pasca kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik. Foto Ist/postkotantb.com


Mataram, (postkotantb.com) - Kebakaran terjadi di Dapur SPPG MBG Kekalik Jaya yang berlokasi di Jalan Panjitilar Negara Nomor 35, Lingkungan Kekalik Jaya, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pada Kamis sore (09/04/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 Wita dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting). Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengelola dapur SPPG Kekalik Jaya diketahui bernama Dewi Anjani (39), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Jalan KH Dewantara, Gang Nusa Indah, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Menurut keterangan pengelola, insiden bermula saat dirinya menerima laporan dari salah seorang karyawan mengenai munculnya api di lantai dua bangunan dapur.

“Awalnya saya diberitahukan oleh karyawan, bahwa telah terjadi kebakaran di lantai dua bangunan Dapur SPPG Kekalik Jaya. Setelah tiba di lokasi, saya melihat kobaran api sudah membesar di lantai dua dan posisinya berdekatan dengan musholla,” ujar pengelola dalam keterangannya.

Sekitar pukul 16.00 Wita, petugas Pemadam Kebakaran Kota Mataram tiba di lokasi dengan mengerahkan empat unit mobil damkar, dibantu AWC Polda NTB, dan langsung melakukan proses pemadaman.

“Petugas bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga sekitar pukul 17.00 Wita api berhasil dijinakkan dan dipadamkan sepenuhnya,” demikian informasi yang dihimoun media ini di lapangan.


Selanjutnya, pada pukul 17.10 Wita, Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Mataram tiba di lokasi, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Diketahui, area yang terbakar merupakan lokasi penyimpanan sejumlah barang, di antaranya dua buah ban bekas, kardus, ompreng yang belum digunakan, foodpack, karpet, kursi kayu, serta lebih dari 1.000 buah goody bag.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber api dan estimasi kerugian material akibat peristiwa tersebut. (red)