Sumbawa Besar, (postkotantb.com)— Kasus perundungan (bullying) terhadap siswa di SDN Sebeok, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa, memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru tercoreng oleh praktik kekerasan yang mengancam kondisi psikologis korban.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafruddin Jarot, langsung angkat bicara mlalui komunikasi phon seluler dengan awak media, pada Kamis (30/04/2026).
Ia menegaskan, telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera berkoordinasi dan mengambil langkah konkret.
“Sudah kami minta OPD terkait bergerak cepat. Ini menjadi atensi serius pemerintah daerah.
Harus ada langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Bupati Jarot.
Namun, pernyataan tersebut belum cukup meredam sorotan. Desakan keras datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq.
Ia menyebut kasus ini sebagai “alarm keras” bagi dunia pendidikan di daerah.
“Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini bukti adanya kegagalan pengawasan dan pembinaan di lingkungan sekolah. Jangan ditutup-tutupi atau diselesaikan setengah hati,” ujarnya
Rafiq mendesak pemerintah daerah tidak berhenti pada koordinasi administratif, tetapi segera turun dengan langkah nyata dan terukur.
Ia menegaskan, beberapa poin krusial yang harus segera dilakukan:
Rehabilitasi serius terhadap korban agar dampak trauma tidak berkepanjangan
Pembinaan menyeluruh terhadap pelaku, serta lingkungan sekolah
Evaluasi total sistem pengawasan dan pendidikan karakter di sekolah.
“Kalau ini dibiarkan, kita sedang menyaksikan masa depan anak-anak dirusak di depan mata." Ujar Rafik
Ini tanggung jawab kolektif, bukan sekadar urusan sekolah,
Kasus ini sekaligus membuka kembali persoalan klasik dalam dunia pendidikan: lemahnya pengawasan, minimnya pendidikan karakter, serta kurangnya respons cepat terhadap kekerasan di sekolah.
Masyarakat kini menunggu, apakah sikap tegas Bupati akan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, atau kembali menjadi rutinitas respons normatif tanpa perubahan berarti.
Satu hal yang pasti, kasus SDN Sebeok telah menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah, dalam melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pewarta: Syaiful Marjan (Jhey)


0Komentar