Lombok Utara, (postkotantb.com) -- Gema pramuka membahana di halaman SMAN 1 Kayangan pada hari ini, Sabtu, 25 April 2026 M (07 Zulkaidah 1447 H). Ajang bergengsi Ambara II Se-Pulau Lombok resmi dibuka dalam sebuah upacara khidmat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan ratusan anggota pramuka dari berbagai wilayah di pulau Lombok.


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kayangan selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), Danramil Kayangan, Kapolsek Kayangan, Ketua Kwarran beserta jajaran Andalan Ranting Kayangan. Turut mendampingi, Kepala SMAN 1 Kayangan, Waka Kesiswaan, Dewan Guru, serta Pembina dan Pembantu Pembina Ambalan Pattimura-RA Kartini.

Kepala SMAN 1 Kayangan, Moh. H. Fatkoer Rohman, S.Pd., M.Pd., dalam sekapur sirihnya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa sesuai aturan yang berlaku, Pramuka adalah ekstrakurikuler wajib di semua jenjang pendidikan.

"Sekolah wajib mengadakan giat Pramuka karena ini adalah wadah pembentuk karakter yang nyata. Adik-adik harus bangga menjadi anggota Pramuka, karena jejaringnya tidak hanya di tingkat bawah, melainkan sampai ke tingkat dunia. Ikutilah lomba ini dengan semangat patriotisme yang tinggi," pesannya menyemangati peserta.

Camat Kayangan selaku Kamabiran, Siti Rikaiyah, S.Pt., sebelum membuka acara secara resmi, menitipkan pesan mendalam. Ia menekankan agar para peserta menjaga sportivitas agar prestasi yang diraih benar-benar objektif dan bernilai.

Selain itu, Kamabiran memperkenalkan Inovasi LISA (Lihat Sampah Ambil). Aksi ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas, yang dalam waktu dekat direncanakan akan dicanangkan secara resmi oleh Bupati Lombok Utara.

Tak kalah penting, Siti Rikaiyah melakukan kampanye Stop Pernikahan Dini di hadapan para peserta remaja.

"Jika menikah masih usia sekolah, maka masa depan akan rugi. Camkan pesan ini, karena sekarang bukan saatnya kalian menjadi ibu. Lanjutkan sekolah, raih cita-cita, dan manfaatkan digitalisasi untuk menguasai perkembangan abad ini," tegasnya. Ia juga mengimbau agar para siswa menjaga kesehatan dengan tidak banyak begadang demi menghindari anemia.


Setelah menyampaikan sambutannya, Kamabiran membuka acara secara resmi yang ditandai dengan prosesi simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Waka Kesiswaan, Misyadin, S.Pd., turut mengapresiasi suksesnya pembukaan kegiatan ini dan berharap pesan-pesan positif yang disampaikan dapat diresapi oleh seluruh siswa.

Ketua Panitia, Samsul Rizal, melaporkan bahwa Ambara II kali ini diikuti oleh sekitar 15 kelompok dari tingkat Penegak dan Penggalang. Menariknya, peserta tidak hanya datang dari Lombok Utara, tetapi juga dari luar daerah seperti Ponpes Mertak Paok (Lombok Tengah) dan SMAN 1 Pringgasela (Lombok Timur).

Di sisi teknis, panitia memastikan kegiatan akan berjalan sesuai jadwal. "Sesuai dengan rencana konsep awal, kami pastikan semua mata lomba akan selesai tepat pada waktunya," tegas Nadhir Sauban selaku CO Acara, yang dibenarkan oleh salah satu anggota Dewan Juri, Vanesa Faizantira.

Ambara II ini diharapkan menjadi ajang unjuk bakat dan ketangkasan, sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota pramuka se-Pulau Lombok.


Kehadiran Ketua Kwarran Kayangan, Imran Jayadi Arif, S.Sos., dalam pembukaan Ambara II ini semakin memperkuat dukungan moril bagi para peserta. Sebagai pimpinan pramuka di tingkat kecamatan, ia memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya ajang yang mampu mempertemukan anggota pramuka dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok ini.

Dalam penyampaiannya, Imran Jayadi Arif menekankan bahwa kegiatan seperti Ambara II adalah wadah terbaik untuk menguji hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di pangkalan masing-masing.

"Kami sangat bangga dengan inisiatif Ambalan Pattimura-RA Kartini SMAN 1 Kayangan yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan ini. Ini adalah bukti bahwa semangat kepramukaan di tingkat ranting sangat dinamis dan mampu menjadi magnet bagi saudara-saudara kita dari Lombok Tengah maupun Lombok Timur," ujarnya.




Ia juga berharap agar melalui kompetisi ini, muncul bibit-bibit unggul yang tidak hanya cakap secara teknik kepramukaan, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kepribadian yang sesuai dengan Dasa Darma.

"Jadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan menjalin persaudaraan (uhibuwah) antaranggota pramuka. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun pengalaman dan karakter yang terbentuk itulah yang akan abadi," pungkas Ketua Kwarran yang diamini oleh jajaran Andalan Ranting yang turut mendampingi.

Pewarta: Jaharuddin.S.Sos