Lombok Utara, (postkotantb.com) — Menandai hari jadinya yang ke-17, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar aksi nyata untuk kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan. KNTI Lombok Utara melaksanakan pemasangan atau pembuatan Rumah Ikan Dasar (Rumpon) di lepas pantai Beraringan pada Ahad, 17 Mei 2026 yang bertepatan dengan 29 Dzulqa'dah 1447 H.
Kegiatan ini berlangsung semarak dengan dihadiri oleh jajaran Pengurus KNTI, Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), Kesatuan Pelajar Pemuda Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI), serta ratusan nelayan tradisional dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Utara.
Pengurus KNTI Kabupaten Lombok Utara Najamudin, S.Pd, mengungkapkan, bahwa tema yang diangkat pada peringatan HUT kali ini adalah memperkuat ekologi atau ekosistem laut. Tema ini diusung sebagai sarana edukasi bagi para nelayan, bahwa laut tidak hanya untuk diambil manfaatnya, tetapi juga wajib dijaga kelestariannya.
"Kami ingin memberikan edukasi kepada nelayan bahwa laut perlu dijaga. Bukan saja diambil manfaatnya, akan tetapi bagaimana kita memelihara laut tersebut, salah satunya dengan cara membuat rumah ikan yang terbuat dari pepohonan ini," ungkap Najamudin.
Melalui pembuatan rumpon alami ini, KNTI KLU berharap bisa memberikan pemahaman logis kepada masyarakat pesisir bahwa jika ingin mendapatkan produksi ikan yang lebih melimpah di suatu wilayah, maka lingkungan tempat tinggal ikan tersebut harus dirawat terlebih dahulu.
Najamudin menjelaskan, aksi nyata ini mengawali seluruh rangkaian perayaan hari lahir KNTI ke-17 yang secara nasional diperingati setiap tanggal 15 Mei.
"Rangkaian kegiatan kami awali dengan gotong royong pembuatan dan pemasangan rumah ikan dasar (rumpon) di lepas pantai Beraringan pada kedalaman sekitar 9 meter," tambahnya.
Setelah prosesi penurunan rumpon selesai, suasana pantai Beraringan kian meriah dengan adanya konvoi perahu nelayan yang mengitari area sekitar rumpon baru tersebut. Sebagai puncak acara sekaligus wujud rasa syukur, seluruh pengurus dan nelayan berkumpul untuk melakukan pemotongan tumpeng bersama.
Najamudin meyakini, dengan adanya rumpon dasar ini, para nelayan lokal akan sangat terbantu dalam efisiensi melaut.
"Sehingga kita berharap para nelayan yang ada di wilayah ini bisa mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal dari sebelumnya. Nelayan tidak perlu jauh-jauh lagi ketika ingin menangkap ikan, cukup di sekitar rumpon ini saja sudah cukup," yakin pria yang akrab disapa Najam ini.
Gerakan penyelamatan ekosistem laut ini mendapat respon positif dan dukungan penuh dari para anggota yang turun langsung dalam proses pembuatan. Di sela-sela kesibukan merakit rumpon dasar, dua anggota KNTI Lombok Utara, L. Suminggah dan Supriadi, menyampaikan pandangan mereka.
Masing-masing menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis yang diambil oleh pengurus daerah. Mereka menilai program pemeliharaan lingkungan laut seperti ini menyentuh langsung kebutuhan jangka panjang nelayan di lapangan.
Lebih lanjut, L. Suminggah dan Supriadi menaruh harapan besar agar rumpon dasar yang ditanam bergotong-royong ini dapat segera menjadi rumah yang subur bagi berbagai jenis ikan. Dampak positifnya diharapkan bisa segera dirasakan oleh seluruh nelayan se-KLU, sehingga indeks kesejahteraan dan taraf ekonomi keluarga pesisir dapat terus membaik ke depannya. (@ng)






0Komentar