Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - Di tengah arus perubahan era digital yang semakin cepat, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa Barat menghadirkan ruang refleksi sekaligus penguatan lewat Seminar Ketahanan Keluarga bertajuk Wonderful Family dengan tema Peran Keluarga di Era Digital untuk Penguatan Ekonomi Keluarga dan Pola Asuh yang Berkualitas. Kegiatan yang digelar di Aula Gili Paserang, Taliwang, pada Senin, (18/05) diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari anggota GOW beserta suami dan Agen Gotong Royong (AGR) Kabupaten Sumbawa Barat.

Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah untuk menyatukan tekad dalam membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. 


Ia menegaskan, bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bentuk komitmen GOW dalam mengedukasi dan memberdayakan perempuan agar mampu menjadi agen perubahan di lingkup keluarga maupun di tengah masyarakat. “Kita berkumpul bukan sekadar berbicara teori, tetapi menyatukan tekad untuk membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada GOW yang dinilai mampu mengoordinir seluruh organisasi wanita di Kabupaten Sumbawa Barat, untuk bergerak dalam satu langkah menuju tujuan yang sama serta mendukung program-program prioritas pemerintah. Menurutnya, kondisi sosial dan ekonomi daerah saat ini menuntut perhatian serius, terutama karena tantangan membangun ketahanan keluarga semakin besar.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti data kependudukan dan angka kemiskinan di Sumbawa Barat yang disebut masih menjadi pekerjaan bersama. Ia menyampaikan bahwa saat ini jumlah penduduk Sumbawa Barat mencapai lebih dari 158 ribu jiwa, dengan sekitar 51 ribu kepala keluarga, sementara angka kemiskinan berada di 10,98 persen atau setara sekitar 6.000 kepala keluarga dan 19.000 jiwa, turun signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 12,23 persen. Ini menjadi pertimbangan serius pemerintah sehingga dibuatnya program KSB Maju yang berbasis kepala keluarga.

“Orang tua hari ini menghadapi tantangan membimbing anak-anak yang jauh lebih berat dibandingkan saat kita dulu tumbuh, sehingga peran keluarga menjadi sangat penting,” tegas H. Amar Nurmansyah. Ia menambahkan bahwa semakin kecil angka kemiskinan, maka penurunannya akan semakin sulit, sehingga pemerintah perlu terus mendorong program yang berbasis keluarga dan kepala keluarga.


Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt dan Ida Nur Laila, S.Si., Apt. Hadir pula, Wakil Ketua DPRD, Merliza, S.Sos.I., M.M., Sekretaris Daerah, drh. Hairul, M.M., Ketua TP-PKK, Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov, Sejumlah unsur Forkopimda, dan pimpinan organisasi vertikal Kabupaten Sumbawa Barat. (Amry)