Laporan Jaharuddin S.Sos postkotantb.com Biro Lombok Utara


Lombok Utara, (postkotantb.com) — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Gangga menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tata cara pengisian buku Dasawisma tingkat kecamatan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) atau bertepatan dengan 2 Zulhijjah 1447 H ini ditujukan bagi pengurus TP-PKK Kecamatan dan TP-PKK Desa se-Kecamatan Gangga.

Acara yang bernilai strategis ini dihadiri langsung oleh Camat Gangga, Ketua, Sekretaris, beserta anggota TP-PKK Kecamatan. Turut hadir pula para Ketua dan Sekretaris TP-PKK Desa, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa, serta sejumlah undangan lainnya.


Dalam pengantarnya, Ketua TP-PKK Kecamatan Gangga, Rinda Masriana, menyampaikan maksud digelarnya bimtek ini. Ia menekankan betapa pentingnya keakuratan data Dasawisma sebagai fondasi awal perencanaan program kerja PKK, sekaligus menyampaikan harapan besar agar seluruh peserta dapat menyerap materi dengan maksimal.

Senada dengan hal tersebut, Camat Gangga, Mahzan Zohdi, memberikan arahan khusus sesaat sebelum membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Mahzan menggarisbawahi bahwa data Dasawisma yang valid sangat membantu pemerintah daerah dalam memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat. Beliau berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan di tingkat desa.

Memasuki sesi inti, jalannya materi dipandu oleh Sekretaris TP-PKK Kecamatan yang juga menjabat sebagai Sekcam Gangga, Nursim. Pihak panitia menghadirkan narasumber berkompeten dari TP-PKK Kabupaten Lombok Utara, Baiq Ayunah, Adm.Kep.

Dalam penyampaiannya, Baiq Ayunah menggunakan metode ceramah yang dibalut dengan bimbingan dan praktik secara langsung tentang tata cara pengisian buku Dasawisma yang baik dan benar.

"Pengisian data harus dilakukan secara teliti agar tidak memicu kekeliruan di tingkat atas," ujar Baiq Ayunah.

Berdasarkan pengalamannya yang mendalam di bidang tersebut, ia juga membagikan tips-tips praktis serta poin penting (kiat khusus) agar para kader di lapangan tidak mengalami kesulitan yang signifikan saat melakukan pengisian data di kemudian hari.

Dalam pemaparannya, Baiq Ayunah menegaskan bahwa terdapat tiga buku wajib yang harus diisi oleh TP-PKK Desa dalam pelaksanaan pembinaan Dasawisma. Ketiga dokumen administratif yang krusial tersebut meliputi:

1. Buku Dasawisma,
2. Buku Catatan Keluarga, dan
3. Buku Rekapitulasi Data.


Penegasan ini disampaikan agar para kader di tingkat desa memiliki acuan yang jelas dan tidak melewatkan dokumen wajib yang menjadi standar pelaporan administrasi PKK.

Kegiatan berjalan dengan interaktif, ditandai dengan antusiasme para peserta desa saat sesi tanya jawab dan simulasi pengisian buku. 

Apresiasi positif juga datang dari salah satu peserta yang cukup menarik perhatian, yaitu Muhanad Isnaeni Akbar. Selaku Kasi Pelayanan Desa Gondang yang juga aktif sebagai anggota TP-PKK Desa Gondang—sebuah pemandangan yang tidak biasa namun luar biasa—ia menyambut baik gelaran bimtek ini.

Saat dimintai tanggapanya, Muhamad Isnaeni angkat bicara mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kader PKK. Menurutnya, pelatihan langsung seperti ini sangat dibutuhkan oleh kader di tingkat desa agar memiliki pemahaman yang seragam dalam mengelola administrasi Dasawisma.


Tidak ketinggalan, Anggota TP-PKK Kecamatan Gangga, Hayatun Nufus, juga turut memberikan tanggapannya terkait urgensi acara ini. Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan bimtek ini merupakan langkah yang sangat tepat dan krusial untuk menyamakan persepsi. Menurutnya, pemahaman yang matang mengenai pengisian buku Dasawisma akan sangat menentukan kualitas data yang disajikan oleh para kader di lapangan. (@ng)