Sumbawa Besar, (postkotantb.com)  - Aliansi mahasiswa HMI Cabang Sumbawa, BEM UNSA, dan GMNI menggelar hearing bersama Pemkab Sumbawa di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati, Kamis (25/6/2026). Dipimpin Wakil Bupati, forum dialog ini membahas 3 isu krusial: distribusi LPG 3kg bersubsidi, peredaran narkoba, dan perkembangan program pembangunan daerah.

1. Distribusi LPG 3kg Jadi Sorotan Utama


Mahasiswa menyoroti distribusi LPG bersubsidi yang belum tepat sasaran di sejumlah wilayah Sumbawa. Tuntutan yang disampaikan:  
- Pengawasan diperkuat: Rantai distribusi dari agen ke pangkalan harus diawasi ketat  
- Data akurat: Pemetaan kebutuhan masyarakat sampai tingkat desa/kecamatan  
- Kuota merata: Pastikan kuota LPG sampai ke masyarakat berpenghasilan rendah  
- Klarifikasi kuota: Mahasiswa minta penjelasan soal berkurangnya kuota Sumbawa dibanding tahun lalu serta upaya Pemda ke pusat dan Pertamina

Wakil Bupati menjelaskan, regulasi LPG 3kg ada di kewenangan pusat via Kementerian ESDM dan Pertamina. Peran Pemda: pengawasan, koordinasi, dan menyalurkan aspirasi.  
“Pemda terus koordinasi. Tapi subsidi ini butuh keterlibatan semua elemen agar tepat sasaran,” ujarnya.  

Saat ini Pemda sudah lakukan pendataan serta verifikasi penerima via kecamatan, desa, agen, dan pangkalan.

2. Perang Bersama Lawan Narkoba

 

Isu kedua: maraknya narkoba yang mengancam generasi muda. Pemda ajak mahasiswa, tokoh agama, pendidikan, dan OKP turun bersama.  
“Perang terhadap narkoba nggak bisa cuma dibebankan ke aparat. Harus gerakan kolektif,” tegas Wabup.

3. Update 12 Program Unggulan Pemkab  

Wabup juga paparkan progres 12 Program Unggulan. Tahun pertama fokus peletakan fondasi: perencanaan, pemetaan kebutuhan, penguatan kebijakan. Program prioritas:  
- Air dan  pertanian: Sumur bor, jaringan irigasi, pipanisasi  
- Infrastruktur: Jalan, penerangan jalan umum, penataan ruang publik  
- PAD: Optimalisasi pajak dan retribusi, update data PBB-P2

Perwakilan mahasiswa bilang hearing ini bentuk pengawalan kebijakan publik biar program Pemda benar-benar dirasakan rakyat. Pertemuan ditutup dengan catatan dan rekomendasi bersama. Pemda dan mahasiswa sepakat jaga komunikasi untuk tata kelola LPG, berantas narkoba, dan percepat pembangunan Sumbawa.

Pewarta: Syaiful Marjan