Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Manajemen RSUD Sumbawa melakukan rotasi dan redistribusi pegawai sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan penambahan kapasitas tempat tidur, pengembangan layanan baru, serta memperkuat kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Sumbawa menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan bentuk hukuman, penurunan jabatan, maupun pengurangan hak pegawai. Sebaliknya, langkah ini merupakan bagian dari penataan sumber daya manusia agar lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit yang terus berkembang.
"Kebijakan ini dilakukan untuk mempersiapkan SDM dalam menghadapi penambahan tempat tidur dan layanan baru, termasuk optimalisasi operasional gedung pelayanan yang akan digunakan ke depan. Tujuannya agar seluruh unit memiliki tenaga yang cukup dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal," ujarnya.
Direktur mengungkapkan, saat ini RSUD Sumbawa memiliki sekitar 670 pegawai untuk melayani 150 tempat tidur. Sementara berdasarkan perhitungan kebutuhan ideal, jumlah tersebut berada di kisaran 450 pegawai. Selain itu, produktivitas pegawai saat ini masih berada pada angka sekitar Rp110 juta per orang per tahun, sedangkan target ideal mencapai Rp200 juta per orang per tahun.
Di sisi lain, beban belanja pegawai Pemerintah Daerah telah mencapai sekitar 48 persen, melampaui batas ideal sebesar 30 persen. Kondisi tersebut menuntut manajemen untuk melakukan berbagai langkah penataan agar rumah sakit tetap mampu berkembang tanpa menambah beban keuangan yang berlebihan.
Menurutnya, apabila setiap pembukaan layanan baru selalu diikuti dengan penambahan pegawai baru, maka beban operasional akan semakin besar dan kemampuan keuangan rumah sakit menjadi terbatas. Oleh karena itu, rotasi dan redistribusi pegawai dipilih sebagai solusi yang lebih efektif.
Melalui kebijakan tersebut, RSUD Sumbawa diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada tanpa harus menambah jumlah pegawai baru. Dengan demikian, kemampuan keuangan rumah sakit dapat lebih difokuskan untuk peningkatan pelayanan, pembayaran kewajiban jasa pelayanan yang masih tertunda, peningkatan remunerasi pegawai, serta menjaga ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai.
Direktur juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk meninggalkan pola pikir sektoral dan memperkuat semangat kolaborasi antarunit demi kepentingan rumah sakit secara keseluruhan.
"Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan melihat kebutuhan rumah sakit secara menyeluruh. Setiap pegawai memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan RSUD Sumbawa. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mempersiapkan diri menghadapi pengembangan layanan yang lebih besar, termasuk menyambut operasional RSUD Sering pada tahun 2028," katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi rumah sakit tidak hanya bergantung pada kebijakan manajemen, tetapi juga dukungan dan komitmen seluruh pegawai.
"Mari kita jadikan perubahan ini sebagai momentum untuk tumbuh bersama. Dengan rotasi, redistribusi, dan kerja sama yang kuat, RSUD Sumbawa akan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan seluruh pegawai di masa mendatang," pungkasnya.
Pewarta: Syaiful Marjan


0Komentar