Mataram, (postkotantb.com) – Di tengah maraknya kasus penipuan travel umrah, PT Travel Haji dan Umrah Annahda memilih membangun kepercayaan lewat pembinaan. Ratusan calon jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat mengikuti Manasik Akbar Umrah di Selaparang Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Ahad (19/7/2026).

Bagi Annahda, manasik bukan sekadar formalitas sebelum berangkat. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran utuh: mulai tata cara ibadah, kesiapan mental-spiritual, hingga etika sebagai tamu Allah di Tanah Suci.

Pembinaan Jadi Prioritas, Bukan Sekadar Keberangkatan

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB H. Lalu Muhamad Amin, S.H., Direktur PT Annahda TGH. Abdul Baasith Asdjazzi, Lc., M.A., jajaran manajemen Annahda, perwakilan Kemenag Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, serta ratusan calon jamaah.


H. Lalu Muhamad Amin mengapresiasi langkah Annahda yang menempatkan pembinaan sebagai prioritas. 
"Manasik bukan kegiatan seremonial. Di sinilah jamaah dibimbing agar memahami setiap rukun, wajib, dan sunnah ibadah sehingga mampu menjalankannya dengan benar, tertib, dan penuh kekhusyukan," ujarnya.

Ia menyoroti karakteristik jamaah NTB yang mayoritas berusia 50-60 tahun bahkan lanjut usia. Karena itu dibutuhkan metode belajar yang sederhana dan bisa diulang.

Untuk menjawab itu, Kanwil Kemenag NTB menyiapkan inovasi digital: aplikasi Android "Manasik Haji Sasambo". Aplikasi ini diharapkan bisa diakses kapan saja agar calon jamaah lebih matang sebelum berangkat.

*Target Keberangkatan Rutin Tiap Bulan*
Direktur Annahda, TGH. Abdul Baasith Asdjazzi menegaskan Manasik Akbar akan menjadi agenda tahunan. "Kami ingin masyarakat tidak hanya berangkat ke Baitullah, tetapi juga memahami bagaimana menjalankan ibadah dengan benar sehingga memperoleh pengalaman spiritual yang lebih bermakna," katanya.

Meski baru 1 tahun mengantongi izin resmi sebagai PPIU, perkembangan Annahda cukup cepat. Dari jadwal keberangkatan 2 bulan sekali, kini ditargetkan tiap bulan. 

Bukti tingginya minat: hampir 200 calon jamaah telah bergabung lewat program tabungan umrah. Setiap kloter berisi 40-45 jamaah. Jadwal keberangkatan sudah tersusun hingga Desember 2026, termasuk musim Ramadhan yang paling diminati.

*Berangkat dari Keprihatinan Travel Ilegal*
TGH. Abdul Baasith mengaku pendirian Annahda lahir dari keprihatinan melihat banyak calon jamaah gagal berangkat karena tertipu travel ilegal. 
"Kami melihat banyak orang telah menabung bertahun-tahun untuk menjadi tamu Allah, tetapi impiannya kandas karena tertipu. Itu motivasi kami menghadirkan travel yang aman, transparan, dan bertanggung jawab," ungkapnya.

Komitmen itu diwujudkan dengan kantor pusat berizin resmi. Seluruh proses pelayanan, administrasi, hingga keberangkatan berada di bawah pengawasan langsung. Saat ini Annahda sudah memiliki kantor pelayanan di Kota Mataram dan Lombok Timur.


"Kami tidak mengklaim sebagai yang paling baik. Namun kami berkomitmen terus memperbaiki diri dan menjaga amanah masyarakat. Kepercayaan jamaah adalah modal terbesar yang harus kami rawat," tegasnya.

Melalui Manasik Akbar ini, Annahda ingin menegaskan: pelayanan umrah profesional harus dibangun di atas fondasi pembinaan, transparansi, dan kepercayaan. Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan ibadah berkualitas, pendekatan inilah yang diharapkan menghadirkan umrah yang aman, nyaman, dan bermartabat. (Ramli Jamak)