Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pulau Sumbawa, Azis Sanjaya, S.Si, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun budaya kebersamaan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Azis saat menjadi narasumber pada Forum Yasinan Malam Jumat di Central Kediaman Wakil Bupati Sumbawa Barat, Kamis malam (23/7/2026).
BPOM Siapkan Layanan Digital di DPMPTSP KSB
Dalam paparannya, Azis menjelaskan wilayah kerja BPOM Pulau Sumbawa mencakup Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Tugas utama BPOM adalah melakukan pengawasan terhadap obat, obat tradisional, jamu, suplemen kesehatan, kosmetik, serta pangan olahan agar aman dikonsumsi masyarakat.
Ia mengaku telah meninjau langsung pelayanan di Mall Pelayanan Publik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa Barat.
Untuk mendekatkan layanan, BPOM berencana menghadirkan inovasi berbasis teknologi digital.
"Kami ingin memberikan pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat. Ke depan, kami akan memanfaatkan teknologi digital dengan menghadirkan layar monitor yang terhubung langsung ke kantor BPOM di Bima. Masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke Bima, cukup hadir di DPMPTSP Kabupaten Sumbawa Barat, menekan tombol layanan, dan akan langsung terhubung dengan petugas kami melalui video conference," jelas Azis.
Ia menargetkan inovasi tersebut dapat direalisasikan pada tahun depan sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan efisien.
KSB Peringkat 3 NTB di Lomba Pangan Aman
Selain itu, Azis juga memaparkan perkembangan penilaian Lomba Kabupaten/Kota Pangan Aman tingkat nasional.
Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan nilai 72,89 dan berada di peringkat ketiga se-NTB, di bawah Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. Untuk wilayah Pulau Sumbawa, KSB menjadi daerah dengan nilai tertinggi.
"Nilai 72,89 sudah masuk kategori Baik, dan ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Untuk mencapai kategori Sangat Baik dibutuhkan nilai minimal 90, sedangkan kategori Unggul hanya mampu diraih oleh dua kabupaten/kota dari hampir 500 kabupaten/kota di Indonesia," ungkapnya.
Azis berharap OPD terkait terus bersinergi untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut hingga proses penilaian nasional selesai.
SDN 2 Taliwang Wakili NTB di Lomba Sekolah Aman Pangan
Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa SDN 2 Taliwang saat ini mewakili Provinsi NTB dalam Lomba Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan Tingkat Nasional. Penilaian oleh tim juri telah selesai dan kini tinggal menunggu hasil akhir.
"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar SDN 2 Taliwang dapat meraih hasil terbaik. Selama berada di sekolah tersebut, kami sangat terkesan melihat semangat para guru dan murid dalam membudayakan keamanan pangan di lingkungan sekolah," katanya.
*Apresiasi Budaya Kebersamaan*
Menutup penyampaiannya, Azis mengaku mendapat banyak pengalaman positif selama di Sumbawa Barat. Ia mengapresiasi budaya kebersamaan masyarakat, termasuk pelaksanaan Forum Yasinan yang dinilainya inspiratif dan bahkan sudah dikenal hingga tingkat internasional.
"Selama berada di sini kami tidak henti-hentinya merasa terkesan. Kami belajar banyak hal positif dari Kabupaten Sumbawa Barat. Semoga semangat kebersamaan dan inovasi yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," pungkasnya (Amry)



0Komentar