Mataram, (postkotantb.com) – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 yang digelar sejak 16 Juli 2026 menuai sorotan tajam. Sejumlah keributan terjadi di berbagai cabang olahraga, memicu evaluasi besar-besaran menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Wakil Ketua DPRD NTB, H. Muzihir, mengkritik keras penyelenggaraan Porprov yang mempertandingkan 51 cabang olahraga tersebut. Menurutnya, rentetan keributan terjadi karena minimnya sportivitas dan persiapan panitia.
“Saya sesalkan, terutama ada pimpinan DPR. Kok bisa sampai nendang orang dan kursi ya. Jadi olahraga ini untuk kita senang. Bukan untuk kita berkelahi. Menang dan juara itu penting. Tapi yang paling penting adalah senang,” tegas Muzihir saat dikonfirmasi awak media, Kamis (24/7/2026).
Keributan dilaporkan terjadi di sejumlah cabor, di antaranya sepak bola, balap sepeda, tinju, panjat tebing, voli, drumband, dan pencak silat. Yang paling disorot, salah satu pimpinan DPRD dari kabupaten ikut terlibat dalam aksi keributan, termasuk menendang kursi saat pertandingan berlangsung.
Muzihir menilai kejadian ini dipicu kurangnya kesadaran peserta dan penunjang pertandingan. Ia juga menyinggung faktor teknis seperti minimnya air minum di lokasi pertandingan.
“Mungkin air minum nggak ada. Nah ini makanya jadi pelajaran buat kita semua. Kendalikanlah napsu ini sedikit lah. Jangan sedikit marah walaupun ini pada panas perih ya,” ujarnya.
Ia meminta semua pihak tidak mengulangi kejadian serupa saat NTB menjadi tuan rumah bersama PON 2028. Menurutnya, PON adalah ajang nasional yang disorot seluruh Indonesia.
“Sekarang ini untung kita masih bersaudara. Padahal contoh seperti di Karate. Kan kadang-kadang satu perguruan ini, seperti tinju. Jadi untuk apa berkelahi. Kalah menang itu hal biasa,” tegasnya.
P
KONI NTB: Protes Boleh, Tapi Ada Jalurnya
Di tempat terpisah, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan aksi protes dalam kompetisi adalah hal wajar. Namun harus dilakukan sesuai prosedur.
“Ada protes langsung saat itu, kalau nggak puas dengan hasilnya ada arbitrase langsung ke KONI. Dan itu biasa saja buat kita dan justru itu bagus ya ada dinamika,” jelas Mori.
Ia mengklaim secara umum 51 cabor di Porprov NTB 2026 berjalan dengan baik. Meski begitu, ia mengakui masih ada kekurangan di lapangan.
“Alhamdulillah bisa kita katakan berjalan dengan baik walaupun masih ada kekurangan di masing-masing cabor. Kita akan perbaiki,” pungkasnya.
Porprov XII NTB 2026 menjadi catatan penting bagi KONI dan Pemprov NTB untuk membenahi manajemen pertandingan, pengamanan, dan fasilitas atlet agar insiden serupa tidak terulang di PON 2028. (Amry)


0Komentar