Sumbawa Barat, (postkotantb.com) — Rencana pembukaan akses jalan menuju Mata Air Ai Linung di Dusun Jelenga, Desa Beru, Kecamatan Jereweh akhirnya menemui titik terang. PT Long Happy Life/LHL yang lahannya akan digunakan menyatakan siap memfasilitasi kepentingan masyarakat.

Kepastian itu disambut baik Kepala Desa Beru, Joehari Effendy, S.A.P., C.Me,. Menurutnya, warga sudah lama menantikan kepastian akses setelah beberapa kali berdiskusi dengan pihak investor.

"Kami menyambut positif rencana pembukaan akses ini. Kebutuhan akses memang mendesak karena menyangkut hajat hidup masyarakat," ujar Kades Joehari, Sabtu (15/8/2026).

Namun ia mengingatkan, pembukaan jalan saja belum cukup. Pekerjaan rumah besar ada pada memastikan Mata Air Ai Linung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Kebutuhan 752 Jiwa, Debit Masih Diperhitungkan

Berdasarkan pendataan, kebutuhan debit air di wilayah Jelenga dan sekitarnya diperkirakan untuk melayani 700-800 jiwa. Jumlah itu terbilang besar untuk satu sumber mata air di wilayah pesisir.

"Kami pernah turun bersama teman-teman dari Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air. Secara teknis masih dihitung berapa liter per detik yang dibutuhkan. Kalau hanya mengandalkan kondisi sekarang, jelas tidak akan cukup," jelasnya.

Kades Joehari menyoroti kondisi mata air yang kerap "kering" saat musim kemarau. Ia menilai perlu ada intervensi serius berupa penggalian untuk memperbesar sumber mata air dan pembangunan penampungan baru.

"Kalau dilakukan upaya memperbesar mata airnya lalu dibuat penampungan lagi, saya yakin bisa. Jangan pakai penampungan yang awal. Kita buat penampungan baru dengan kapasitas lebih besar," tegasnya.

*Desak Pemda Turun Tangan*  
Ia juga menilai program sebelumnya seperti PNPM Mandiri Perdesaan belum maksimal menampung debit. Karena itu ia berharap PT LHL dapat ikut andil memperbesar mata air, sementara Pemerintah Daerah hadir membenahi infrastruktur pipa distribusi.

"Harapan kami, Pemda support penuh. Agar LHL bisa berinvestasi, perizinan lancar, dan potensi mata air ini dikelola maksimal. Ini juga nyambung langsung dengan program Kabupaten Sumbawa Barat yaitu pencegahan stunting," kata Joehari.

Dukungan juga datang dari masyarakat. Warga Dusun Jelenga menyambut positif rencana investasi PT LHL di bidang villa dan perhotelan. Mereka berharap investasi itu memberi dampak ekonomi langsung.

"Masyarakat lokal menyambut baik rencana ini. Kami berharap investasi dari PT LHL benar-benar berjalan dan memberi manfaat untuk warga," ujar salah seorang warga.

Selain komitmen air bersih, Kades mengapresiasi langkah PT LHL yang memprioritaskan tenaga kerja lokal dan memperhatikan pengelolaan limbah.

"Untuk tenaga kerja, PT LHL mengutamakan masyarakat setempat untuk mengerjakan proyek strategis ini dan Alhamdulillah disambut baik. Masyarakat Desa Beru, khususnya ring 1 yang terdampak langsung, sangat mendukung," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Kades Joehari meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat segera turun tangan. Mulai dari aspek kewenangan, perizinan, hingga mendorong dukungan ke pusat agar investasi ini tidak berhenti sebagai wacana.

"Supaya kehadiran PT LHL di Desa Beru Kecamatan Jereweh ini benar-benar hadir dan bermanfaat untuk masyarakat Sumbawa Barat," pungkasnya.

Dengan 190 KK dan 752 jiwa di Dusun Jelenga yang menggantungkan hidup di pesisir, pembukaan akses di lahan milik LHL harus segera diikuti langkah konkret Pemda. Jalan sudah siap dibuka. Kini publik menunggu: airnya kapan bisa mengalir ke rumah warga?. (Amry)