Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - PT Long Happy Life (LHL) yang bergerak di bidang pariwisata villa dan perhotelan menegaskan komitmennya untuk membuka akses masyarakat menuju Mata Air Ai Linung. Mata air yang berada di Dusun Jelenga, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat itu selama ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena berada di atas lahan aset perusahaan.

Kepastian itu disampaikan langsung Humas PT LHL, Leo Supardinata, saat meninjau lokasi pada Sabtu (15/8/2026).

"Kami dari PT LHL tidak pernah menutup akses jalan ke Ai Linung. Bahkan kami akan membantu pembukaan jalan ke mata air," kata Leo.

*Dukungan Warga dan Potensi Ekonomi*
Kepala Dusun Jelenga, Sumardi, mengapresiasi langkah PT LHL. Ia menyebut kepastian akses sangat dibutuhkan 190 Kepala Keluarga atau 752 jiwa warga Dusun Jelenga untuk kebutuhan harian.

Lebih dari itu, pembukaan akses juga dinilai bisa menggerakkan ekonomi warga. Jelenga yang merupakan wilayah pesisir dengan potensi alam besar kini punya peluang mengembangkan wisata berbasis masyarakat.


"Dengan akses yang layak, warga bisa lebih mudah dapat air bersih. Sekaligus ini bisa jadi pintu masuk untuk homestay, warung, hingga jasa wisata di pantai Jelenga," ujar Sumardi.

Harapan ke Pemda: Perbaiki Pipa

Selain membuka akses, PT LHL juga mendorong Pemerintah Daerah untuk turun tangan membenahi infrastruktur pipa air dari Mata Air Ai Linung.

Menurut Leo, optimalisasi mata air ini sejalan dengan program Pemkab Sumbawa Barat dalam pencegahan stunting.

"Kami berharap kepada Pemda agar dapat bekerja sama melakukan perbaikan pipa. Bahwa potensi mata air ini dikelola secara maksimal mengingat Program Kabupaten Sumbawa Barat yaitu pencegahan stunting," jelas Leo.

Jika sinergi antara PT LHL, pemerintah desa, dan Pemda terwujud, Mata Air Ai Linung diproyeksikan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga sumber air bersih yang menopang kesehatan dan kesejahteraan warga Dusun Jelenga.

PT LHL menyatakan siap terus bersinergi dalam pembangunan di wilayah operasionalnya. Pembukaan akses di lahan milik perusahaan ini menjadi langkah awal kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat. (Amry)