Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Wakil Bupati Sumbawa Barat sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) KSB, Hj.Hanipah, S.Pt,.M.M.INov memulai Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di dua kecamatan, Selasa (04/8/2026).
Kegiatan hari pertama difokuskan di Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, dan akan berlanjut ke kecamatan lainnya secara bertahap.
Di hari pertama, ada 8 balita stunting yang menjadi sasaran utama. Rinciannya, 3 balita di Posyandu Jaro, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, dan 5 balita di Posyandu Delima A, Dusun Balaman Permai, Desa Tebo, Kecamatan Poto Tano.
Wabup Hanipah didampingi Kadis Kesehatan dr. Carlof, M.MRS,. MQM., Kadis DP2KBP3A H. I. Made Budi Artha, S.Sos, M.M., Kadis Ketahanan Pangan Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., Kadis Perkim Novrizal Zainsyah, SE., M.Si Sekretaris DP2KBP3A Hj. Erziawaty, SKM., M.Epid serta camat dan perangkat desa meninjau langsung layanan Posyandu.
Mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan, imunisasi, hingga penyerahan paket bantuan gizi kepada balita sasaran. Suasana Posyandu tampak ramai dengan kehadiran bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.
Apresiasi Layanan dan Dorong Inovasi Desa
Wabup Hanipah mengapresiasi kinerja Posyandu di KSB yang dinilai mampu menjangkau seluruh sasaran. Ia meminta kualitas layanan terus ditingkatkan melalui pembinaan dan evaluasi rutin.
"Puskesmas dan kader Posyandu harus memastikan seluruh bayi dan balita hadir setiap bulan. Kalau tidak hadir, wajib dikunjungi ke rumah. Jangan sampai ada yang terlewat," tegasnya.
Di Posyandu Jaro, Wabup juga mengapresiasi inovasi pemberian makanan tambahan yang dibiayai anggaran desa, berkolaborasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kegiatan makan bersama.
"Inovasi seperti ini layak jadi contoh Posyandu lain di KSB. Tapi pastikan makanannya bergizi, higienis, dan aman. Kader harus terus dibina," ujarnya.
Faktor Asuh dan Lingkungan Jadi Sorotan
Selain kesehatan, Hanipah menekankan pentingnya pola asuh keluarga, kebersihan lingkungan, dan kondisi tempat tinggal dalam mencegah stunting.
Dinas Perumahan dan Permukiman diminta aktif memantau hunian keluarga balita stunting. Sementara Dinkes, DP2KBP3A, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PMD, TP PKK, dan OPD terkait diminta memperkuat pendampingan agar anak tumbuh optimal sesuai usia.
Intervensi serentak ini akan terus berlanjut ke kecamatan lain di KSB. Pemkab menargetkan melalui pemantauan dan intervensi langsung, sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga penurunan stunting bisa berjalan berkelanjutan. (Amry)




0Komentar