Di Balik Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat


Dr. (C). Nujumumddin, M.Si.: Mengukur Jejak Sosial Program CSR PT. AMMAN

Dr. (C). Nujummuddin, M.Si seorang Praktisi dan Pakar Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat asal Kabupaten Lombok Tengah saat menyampaikan pernyataannya soal PT AMMAN.




Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Keberhasilan industri pertambangan alam praktik bisnis berkelanjutan, tidak lagi diukur semata dari besarnya produksi mineral atau nilai investasi yang dihasilkan. 

Publik kini menaruh perhatian lebih besar pada sejauh mana perusahaan mampu menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat lokal serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Perspektif inilah yang menjadi tantangan sekaligus ukuran baru bagi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara PT. (AMMAN), pengelola Tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat.

Demikian dikatakan Dr. (C). Nujummuddin, M.Si seorang Praktisi dan Pakar Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat asal Kabupaten Lombok Tengah kepada media postkotantb.com, Selasa (11/08/2026) saat diwawancara terkait pandangannya mengenai eksistensi keberadaan dan kontribusi PT AMMAN bagi masyarakat.

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam pengamatannya, mengalami transformasi ekonomi sejak beroperasinya Tambang Batu Hijau itu. Namun, di balik geliat industri tersebut,muncullah pertanyaan apakah kehadiran perusahaan telah memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar tambang? Pertanyaan ini menjadi penting karena keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh cadangan mineral, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun kualitas hidup masyarakat setelah aktivitas pertambangan berlangsung.

"Kita tidak hanya berbicara soal seberapa banyak cadangan mineralnya ya,tapi bagaimana kualitas hidup masyarakat juga terbangun," ungkap Pria yang juga berstatus mahasiswa program doktor ilmu lingkungan universitas Brawijaya Malang itu.

Dalam lima tahun terakhir ini,catatnya,pihak PT. AMMAN telah mengembangkan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi salah satu sektor yang memperoleh perhatian melalui dukungan terhadap peningkatan akses belajar, pengembangan kompetensi, pelatihan vokasi, peningkatan kapasitas masyarakat. 

Pendekatan tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal sekaligus memperluas peluang masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari perkembangan industri di Daerahnya.

Ia menenarangkan, Pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi pondasi utama agar manfaat pertambangan dapat dirasakan lintas generasi merupakan investasi terbesar dalam pembangunan daerah bukan hanya pada sumberdaya alam, tetapi pada kualitas manusianya.

"Pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat adalah pondasi utama  
Selain pendidikan,sektor kesehatan menjadi salah satu pilar utama program CSR perusahaan.Berbagai kegiatan promotif dan preventif, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, dukungan  
terhadap layanan kesehatan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat kesehatan merupakan prasyarat utama bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Disektor lain,AMMAN turut konsen pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha peningkatan keterampilan,mikro, kecil dan menengah (UMKM).Pelatihan kewirausahaan serta pengembangan kelompok usaha produktif. Kehadiran perusahaan turut mendorong terbentuknya rantai pasok lokal yang melibatkan pelaku usaha di Kabupaten Sumbawa Barat.

"AMMAN menyentuh hampir semua sektor termasuk UMKM, betul-betul ingin menebar manfaat yang merata ke masyarakat," imbuhnya.

Lebih jauh, pria lulusan S2 ilmu lingkungan Universitas Udayana Bali yang juga Direktur Lembaga Peduli Pelestarian Sumberdaya (LPPS) tersebut menerangkan, dalam kajian akademik implementasi CSR PT. AMMAN menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas usaha dan pendapatan kelompok masyarakat penerima manfaat, meskipun besaran dampaknya bervariasi.

CSR menurutnya, merupakan investasi sosial yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.Ukuran keberhasilannya adalah ketika masyarakat dapat tumbuh tanpa bergantung pada bantuan perusahaan.
"CSR lahirkan kemandirian ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,"jelasnya.

Peningkatan akses jalan penyediaan sarana air bersih, pembangunan fasilitas umum, hingga pelestarian budaya lokal menjadi bagian dari program pembangunan berbasis komunitas.

Tak hanya itu,pengembangan pariwisata berkelanjutan mulai diarahkan sebagai alternatif penguatan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya Kabupaten Sumbawa Barat dan Nusa Tenggara Barat tanpa mengabaikan prinsip konservasi.

Di bidang lingkungan sendiri, PT. AMMAN telah menempatkan pengelolaan pasca tambang sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Program reklamasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan sumberdaya air, pengendalian pencemaran, serta penerapan pengelolaan tailing yang mengacu pada regulasi dan standar industri menjadi bagian dari upaya meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan. Langkah tersebut diperkuat melalui pemantauan lingkungan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Dari sisi ekonomi makro, kehadiran PT. AMMAN memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Kabupaten Sumbawa Barat melalui penciptaan ribuan lapangan kerja,berkembangnya usaha lokal sebagai bagian dari rantai pasok industri, serta peningkatan penerimaan Negara dan Daerah melalui pajak, royalti, dan berbagai kewajiban fiskal lainnya.

Efek berganda (multiplier effect) tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Daerah terutama ketika manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Meski demikian,tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan kontribusi ekonomi, tetapi memastikan seluruh program CSR memiliki dampak yang terukur, berkelanjutan dan mampu  
meningkatkan kemandirian masyarakat. 

Transparansi pelaporan, evaluasi berbasis indikator keberhasilan, serta pelibatan masyarakat dalam perencanaan program menjadi aspek penting agar investasi sosial perusahaan benar-benar menjawab kebutuhan Daerah.

Berdasarkan laporan perusahaan,diketahui selama lima tahun terakhir PT. AMMAN secara konsisten menjalankan program CSR yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi,pengembangan UMKM, pelatihan vokasi, pembangunan infrastruktur,konservasi lingkungan,pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Namun demikian, perusahaan belum mempublikasikan angka kumulatif penerima manfaat dari seluruh program tersebut dalam satu periode pelaporan.

Keberadaan PT. AMMAN pada akhirnya bukan hanya akan dikenang sebagai pengelola salah satu tambang terbesar di Indonesia, tetapi juga dari jejak sosial yang ditinggalkan bagi masyarakat. 

Ketika cadangan mineral suatu saat akan habis,kualitas sumberdaya manusia, kekuatan ekonomi lokal serta kelestarian lingkungan akan menjadi warisan yang menentukan apakah industri pertambangan benar-benar menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan. 
Melalui integrasi program sosial ekonomi dan lingkungan, PT. AMMAN menegaskan perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis tetapi juga pada penciptaan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan. 

Komitmen terhadap keberlanjutan menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan untuk mendukung pembangunan Daerah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem bagi generasi yang akan datang.

"Saya mengakui Peran AMMAN tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis,tapi juga merambah pada kebermanfaatan lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,"Tandasnya.(Irsyad)



Sekilas Perjalanan Karir Narasumber Dr. (C). Nujumumddin, M.Si.
● Pengalaman luar Negeri :
1. Peserta event handycraft Indonesia di Melbourne Australia 2005
2. Students in CDU (Charles Darwin University) 2007
3. Berhaji 2024. Gratis tanpa biaya. Tinggal di Mekkah selama 5 bulan.

● Negara-Negara yg pernah dikunjungi :
1. Australia 
2. Qatar 
3. Saudi Arabia 
4. India
5. Singapura 
6. Malaysia

● Kursus-kursus :
1. Kurus pembuatan bibit dari biji dan stek batang UGM 1983
2. Kursus pelestarian sumberdaya alam Sukabumi 1985
3. Kursus perlebahan nasional Bogor 2987
4. Kursus penyuluhan Kupang 1998
5. Kursus hutan mangrove Kupang 1999
6. Seminar nasional pembentukan ikatan penyuluh kehutanan 2006 Bogor. (Irsyad)