Lombok Barat, (postkotantb.com) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Barat terus mempercepat pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang memasuki usia wajib KTP elektronik.
Bentuk apresiasi itu dilakukan dengan menyerahkan KTP secara simbolis kepada warga pemula yang lahir bertepatan dengan tanggal 17 Agustus. Penyerahan berlangsung di Aula Pelayanan Dukcapil Lombok Barat, Selasa (18/8/2026).
Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat, Fathurrahman, mengatakan sedikitnya 9 KTP telah diserahkan kepada warga pemula yang berulang tahun pada 17 Agustus 2026. Penyerahan dilakukan bertahap di beberapa titik.
“Alhamdulillah, hari ini minimal ada sembilan KTP yang sudah kami serahkan bagi mereka yang berulang tahun tanggal 17 Agustus. Ada yang kami serahkan di MAN 2 Mataram, kemudian empat orang di wilayah Gunungsari dan Batulayar, tiga orang hari ini di sekitar wilayah Gerung, dan sore tadi satu orang di Cemare,” ujar Fathurrahman.
Secara keseluruhan, tahun ini tercatat 186 keping KTP-el untuk warga Lombok Barat yang lahir pada 17 Agustus. Saat ini Dukcapil masih melakukan pendataan agar seluruh warga pemula yang memenuhi syarat segera mendapat dokumen kependudukan.
Gratis dan Dukung Pilkades Serentak
Fathurrahman menegaskan pelayanan pembuatan dan penyerahan KTP tersebut sepenuhnya gratis. KTP dicetak setelah proses perekaman tuntas, termasuk yang dilakukan di tingkat desa.
“Adminduk ini gratis. Begitu mereka sudah melakukan perekaman dan datanya sudah masuk serta memenuhi persyaratan, KTP langsung kami cetak dan kemudian kami distribusikan kepada yang bersangkutan atau melalui desa,” jelasnya.
Percepatan KTP pemula ini juga menjadi dukungan Dukcapil untuk Pilkades serentak Desember 2026 di Lombok Barat.
“Terutama sekali kami mendukung program Pilkades serentak di 77 desa. Jadi mereka yang sudah memenuhi persyaratan dan datanya sudah masuk, langsung kami cetakkan,” katanya.
Masih Ada 6.000 Siswa Belum Rekam KTP
Dukcapil mencatat masih ada sekitar 6.000 siswa pemula yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Data ini tersebar di sekolah dan desa se-Lombok Barat.
Untuk mempercepat, Dukcapil melakukan penelusuran melalui sekolah dan desa. Bahkan ada permintaan dari sekolah agar pelayanan KTP dilakukan langsung di sekolah.
“Kami cari di desa, apakah masih bersekolah. Kalau masih sekolah, kami cari sekolahnya. Ada juga permintaan dari sekolah agar pelayanan KTP dilakukan langsung di sekolah,” ungkap Fathurrahman.
Dukcapil juga bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mendorong warga melakukan perekaman di desa, kantor Dukcapil/UPT, maupun di Mall Pelayanan Publik (MPP).
Dari 77 desa sasaran, 55 desa sudah selesai dilakukan perekaman. Sisa 22 desa ditargetkan tuntas hingga Desember 2026.
“Insyaallah masih ada waktu sampai Desember. Kami akan terus gencar turun ke desa untuk menyelesaikan perekaman, terutama di 22 desa yang masih tersisa,” katanya.
Ainia Husnawati, warga Gerung, mengaku bersyukur menerima KTP tepat di hari ulang tahunnya 17 Agustus. KTP itu ia butuhkan untuk membuat SIM, melamar kerja, dan keperluan administrasi lain.
“Alhamdulillah sangat bangga. Sekarang saya sudah memiliki identitas KTP sehingga bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat SIM, melamar pekerjaan dan kebutuhan administrasi lainnya,” ujar Ainia.
Ia sempat terkendala perbedaan nama di akta, ijazah, dan KK. Masalah itu akhirnya selesai dibantu Dukcapil.
Hal senada disampaikan Irwan Rahmadani dari Kecamatan Kuripan. Ia mengapresiasi proses perekaman hingga penerbitan KTP yang cepat.
“Alhamdulillah, prosesnya tidak ada kendala. Terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Dukcapil dan seluruh pegawai yang sudah membantu menerbitkan KTP saya,” ujarnya.
KTP tersebut akan ia gunakan untuk melengkapi persyaratan bekerja ke luar negeri.
Dengan percepatan ini, Dukcapil Lombok Barat menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, gratis, dan menjangkau hingga tingkat desa. (Ramli Jamak)




0Komentar