![]() |
| Tampak rombongan TK Negeri 1 Praya Barat Daya saat ikuti Karnaval di Desa Darek Lombok Tengah.Foto Istimewa |
Lombok Tengah, (postkotantb.com) – Semangat kemerdekaan terasa kental di Desa Darek. TK Negeri 1 Praya Barat Daya, Lombok Tengah, tampil memukau dalam karnaval perayaan HUT RI ke-81, Sabtu. Ribuan pasang mata menyaksikan barisan murid TK ini sepanjang rute kurang lebih 2 kilometer.
Hampir seluruh murid turun ke jalan. Mereka tidak hanya didampingi para guru, tetapi juga dikawal langsung oleh orang tua wali murid yang ikut masuk barisan.
"Alhamdulillah kami bisa berpartisipasi mengikuti karnaval yang diselenggarakan Pemerintah Desa Darek. Semua berjalan sesuai rencana dan meriah," kata Imayati, S.Pd.GR, salah seorang guru TK tersebut mewakili pihak sekolah.
Kostum Beragam, Cerminkan Kebhinekaan
Anak-anak tampil dengan beragam kostum profesi yang menarik perhatian. Ada dokter, guru, polisi, tentara, pilot, perawat, pramugari, arsitek, hingga busana adat. Kostum-kostum itu membuat suasana karnaval semakin meriah dan mencerminkan persatuan dalam kebhinekaan.
"Kami setiap tahun selalu ikut berpartisipasi, baik tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Tujuannya untuk memupuk peran aktif anak-anak, mendukung tumbuh kembang dan mentalitas mereka di hadapan publik," imbuhnya.
Harap Perhatian Pemerintah: Pagar dan Tenaga Pendidik
Di tengah semangat, pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah harapan. Imayati meminta Pemerintah Daerah memberi perhatian lebih pada fasilitas dan tenaga pendidik.
Saat ini pagar keliling sekolah masih berupa pagar bambu yang sudah rapuh. Padahal lokasi sekolah tepat di pinggir jalan utama yang padat kendaraan.
"Tembok pagar keliling itu pelindung bagi anak-anak agar tidak keluar zona sekolah. Supaya anak-anak nyaman dan aman, sehingga orang tua juga merasa tenang," sebutnya.
Selain itu, tenaga pendidik di TK ini hanya 4 orang. Terdiri dari 3 guru berstatus P3K Paruh Waktu dan 1 kepala sekolah berstatus PNS.
Meski terbatas, semangat sekolah tidak surut. Targetnya, ke depan TK Negeri Praya Barat Daya mampu mencetak prestasi hingga tingkat provinsi.
"Meski kondisi kami masih terbatas, TK Negeri Praya Barat Daya insyaAllah tetap jadi primadona bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya, karena rekam jejak pengajaran dan prestasi yang cukup baik," ujarnya optimis.
Tahun ajaran 2026, TK Negeri Praya Barat Daya tercatat memiliki 78 murid. Sebanyak 64 anak sudah masuk Dapodik. Sisanya belum bisa terdaftar karena faktor usia.
"Saking tidak sabar, banyak orang tua memasukkan anaknya sekolah walaupun belum cukup umur dan belum terdaftar resmi. Mereka rela. Nah, kalau sudah pas umurnya baru kita bisa masukkan ke Dapodik," jelasnya.
![]() |
| Baiq Rindang Hayuning Tyas salah seorang Murid TKN 1 Prabarda yang tampil jadi Dokter |
Antusiasme orang tua juga terlihat dari Baiq Yanti Febriana, salah satu wali murid. Ia mengaku senang melihat anaknya betah sekolah di sana.
"Anak saya bilang ibu gurunya seperti teman, tidak suka marah, diajak bermain dan belajar. Meski baru masuk, anak saya Baiq Rindang Hayuning Tyas sudah dipercaya mewakili sekolah ikut lomba mewarnai. Semoga lulus dari TK ini anak saya punya bekal otak dan mental yang mumpuni untuk lanjut ke SD," tandasnya. (Irsyad)




0Komentar