Wabup UNA tekankan rumah sehat cegah TBC dan putus sekolah. Target 2026: 60-70 unit rumah untuk warga kurang mampu
Lombok Barat, (postkotantb.com) – Kisah keluarga Amak Pahri, 60, warga Dusun Karang Kesume, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, akhirnya mendapat titik terang. Selama ini ia, istri Inaq Sahni, 57, dan dua anaknya Zainal Abidin, 19, serta Roni, 18, tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.
Kondisi itu direspons cepat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional Baznas Lombok Barat melalui program Mahyani atau Rumah Layak Huni. Bantuan diserahkan langsung pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Ketua Baznas Lombok Barat TGH. Taisir Al-Azhar, Lc., M.A., turun langsung ke kediaman Amak Pahri untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Rumah Layak, Kunci Cegah TBC
Bagi Wabup yang akrab disapa UNA, Mahyani bukan sekadar membangun fisik rumah. Rumah sehat adalah pondasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga.
Ia menyoroti keterkaitan kondisi rumah tak layak dengan risiko penyakit, khususnya tuberkulosis atau TBC.
“Kalau ada masyarakat yang menderita TBC dan memiliki tempat tinggal yang tidak layak seperti ini, segera laporkan kepada kami. Jangan langsung diekspos di media, tetapi sampaikan kepada kami agar Insyaallah kami bisa bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” kata UNA.
Menurutnya, pengobatan TBC selama enam bulan harus dibarengi dengan perbaikan lingkungan tempat tinggal agar tidak terjadi penularan ke anggota keluarga lain.
“Pengobatan harus rutin. Kita berharap tidak ada lagi anggota keluarga yang ikut terpapar,” ujarnya.
Soroti Anak Putus Sekolah
Dalam kunjungan itu, UNA juga menemukan masih ada anak dari keluarga kurang mampu yang tidak melanjutkan pendidikan.
“Anak seusia mereka ini seharusnya sedang senang-senangnya sekolah. Sementara kita masih menemukan masyarakat yang anaknya putus sekolah. Ini menjadi keprihatinan,” ungkapnya.
Ia meminta seluruh OPD, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk aktif turun ke lapangan.
“Saya berharap Dikbud segera mengecek anak-anak kita yang putus sekolah sampai tuntas. Ini catatan saya agar cita-cita Lombok Barat maju, mandiri dan berkeadilan bisa terwujud,” tegasnya.
“Jangan sampai ada lagi anak Lombok Barat yang tidak bersekolah,” tandas UNA.
Baznas Siapkan Rp2,1 Miliar, Target 70 Rumah
Ketua Baznas Lombok Barat TGH. Taisir Al-Azhar mengatakan, Mahyani adalah bentuk nyata pemanfaatan dana umat.
“Untuk 2026 kami menganggarkan Rp2,1 miliar untuk membangun Mahyani atau rumah layak huni,” jelasnya.
Ia menegaskan, penerima bantuan disaring melalui survei dan verifikasi langsung agar tepat sasaran.
“Kami langsung survei agar dana umat ini betul-betul tepat sasaran,” katanya.
Dalam dua bulan ke depan, Baznas menargetkan membangun 60 sampai 70 unit rumah. Program ini merupakan kolaborasi dengan Pemda, Dinas Sosial, Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Lombok Barat.
“Program Mahyani diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Rumah yang layak dan sehat diharapkan menjadi pintu masuk peningkatan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga, sehingga masyarakat kurang mampu di Lombok Barat perlahan keluar dari lingkaran kemiskinan,” pungkas TGH. Taisir.(Ramli Jamak)





0Komentar