Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Program Agribisnis Peternakan Sapi yang menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan progres signifikan di lapangan. 

Hingga Agustus 2026, realisasi fisik program ini telah mencapai 62,32 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov, Sabtu (16/8/2026). Sementara untuk realisasi keuangan berada di angka 18,89 persen.

*Kandang dan Sumur Bor Terus Dikebut*
Menurut Jamilatun, pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama saat ini. Beberapa kelompok ternak bahkan sudah masuk tahap akhir.


“Di HKM Batu Dulang, KTT Budisari, dan KTT Mako Aji sudah masuk pemasangan atap dan rangka. KTT Burely Farm juga hampir selesai atapnya, sementara KTT Liang Nadolle masih pasang kerangka atap,” jelasnya.

Selain kandang, penyediaan air juga dikebut. Sejumlah sumur bor sudah selesai dibangun. Lokasi lain masih menyelesaikan rumah mesin dan instalasi pendukung.

“Air sangat penting untuk peternakan dan pengembangan pakan hijauan. Itu yang kita kawal,” tegasnya.

Pertumbuhan Rumput Capai 95%
Dari sisi pakan, hasilnya cukup menggembirakan. Pertumbuhan rumput di beberapa lokasi sudah di atas 80%.


Data terbaru: KTT Mako Aji 95%, KTT Liang Nadolle 95,56%, dan KTT Budisari 84,86%. 
Untuk mendukung ini, Dinas Pertanian juga sudah menyalurkan pupuk urea ke kelompok penerima.

“Program ini tidak hanya soal kandang dan ternak. Kita pastikan pakannya juga tersedia dan berkelanjutan,” kata Jamilatun.

Aspek lain yang dikembangkan adalah pengolahan limbah. Di sejumlah titik, pembangunannya sudah masuk tahap pondasi hingga pemasangan rangka atap.


Jamilatun memastikan pihaknya akan terus melakukan monitoring agar target selesai sesuai rencana.

“Kita ingin membangun sistem peternakan terpadu. Kandangnya ada, airnya ada, pakannya ada, limbahnya juga dikelola. Tujuannya agar berdampak langsung ke ekonomi masyarakat KSB,” pungkasnya.(Amry)