Lombok Barat, (postkotantb.com) -  Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan tasyakkuran milad madrasah. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneguhkan komitmen seluruh keluarga besar madrasah untuk terus bergerak menuju kemajuan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kabupaten Lombok Barat. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), Ketua Pokjawas Provinsi NTB, Ketua Pokjawas Kabupaten Lombok Barat, Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite MAN Lombok Barat, Camat Gerung, Lurah Gerung Utara, serta sejumlah undangan dari unsur tokoh agama dan kepolisian.


Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran kuatnya sinergi antara madrasah, pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberadaan MAN Lombok Barat sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang di daerah ini.

Mengusung semangat kecintaan kepada Rasulullah, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga madrasah untuk kembali mengenang perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta para wali kelas yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan kegiatan.

“Terima kasih kepada panitia dan wali kelas. Mudah-mudahan Maulid ini membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga kita bisa menauladani Rasulullah,” ujarnya.


Ia kemudian mengingatkan seluruh hadirin pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”

Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, tenaga kependidikan maupun sebagai peserta didik.

Kemas Burhan juga berharap momentum Maulid Nabi yang dirangkai dengan tasyakkuran milad tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa MAN Lombok Barat semakin sukses.
“Semoga MAN Lombok Barat semakin sukses,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ajakan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir. Lantunan sholawat pun menggema di tengah suasana peringatan Maulid, menciptakan atmosfer religius sekaligus menguatkan pesan utama kegiatan, yakni menumbuhkan dan merawat kecintaan kepada Rasulullah.

H.Muliadi menyampaikan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus terus dipupuk, tidak hanya melalui peringatan Maulid, tetapi juga dengan menghidupkan sunnah dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan tasyakkuran milad MAN Lombok Barat dapat menjadi momentum bertambahnya keberkahan bagi madrasah.

“Semoga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran milad ini, MAN Lombok Barat semakin mendapatkan keberkahan dan terus berkembang menjadi madrasah yang maju,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng menjadi salah satu momen simbolis dalam tasyakkuran milad MAN Lombok Barat.

Tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan dan bertambahnya usia MAN Lombok Barat. Sebagai satu-satunya madrasah aliyah negeri di Kabupaten Lombok Barat, keberadaan MAN Lombok Barat dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan layanan pendidikan berciri khas keislaman kepada masyarakat.

Momentum milad sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan madrasah dalam mendidik generasi muda. Tantangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut madrasah untuk tidak hanya melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, spiritualitas, dan kepedulian sosial.

Setelah prosesi pemotongan tumpeng, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon. Pelepasan balon menjadi simbol harapan dan doa bersama agar MAN Lombok Barat ke depan terus maju, berkembang, dan mampu mengukir prestasi setinggi-tingginya.

Balon yang dilepaskan ke udara seolah menjadi representasi cita-cita besar seluruh keluarga MAN Lombok Barat. Harapannya, madrasah tidak hanya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Puncak kegiatan kemudian diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh TGH. Mazani Abdurrauf Abd Hafiz, Lc., MA., pimpinan Pondok Pesantren Al-Islahul Ittihad Jabon, Lombok Tengah.


Dalam tausiyahnya, TGH. Mazani mengangkat tema penting tentang kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Menurutnya, cinta kepada Allah dan Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap dan perbuatan.

Salah satu tanda seseorang mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan terhadap perintah-Nya. Kecintaan kepada Rasulullah juga harus diwujudkan dengan kesungguhan dalam mengikuti sunnah dan meneladani akhlak beliau.

“Cinta kepada Allah dan Rasul ditandai dengan taat kepada perintah-Nya,” menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam tausiyah tersebut.

Ia juga mengajak keluarga besar MAN Lombok Barat untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun hubungan dengan sesama. Salah satu keteladanan Rasulullah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap beliau yang senantiasa menghadirkan senyum dan keramahan kepada orang lain.

Senyum yang sederhana, menurutnya, merupakan bagian dari akhlak mulia yang mampu menciptakan suasana positif di tengah masyarakat. Karena itu, peserta didik madrasah diharapkan tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak yang baik dalam pergaulan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi dunia pendidikan. Madrasah tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepribadian yang baik, santun, religius, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran milad MAN Lombok Barat akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan dua semangat besar: mengenang dan meneladani Rasulullah serta mensyukuri perjalanan madrasah.


Dengan semangat cinta kepada Rasulullah, doa keberkahan, serta dukungan berbagai pihak, keluarga besar MAN Lombok Barat optimistis madrasah akan terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, religius, dan berprestasi.

Dari madrasah untuk generasi, dari keteladanan Rasulullah untuk membangun akhlak, dan dari rasa syukur untuk menjemput masa depan yang lebih baik. Semangat itulah yang terasa kuat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakkuran milad MAN Lombok Barat. (Ramli Jamak)