Setelah tragedi kapal tenggelam 1984, warga Sukadana Lombok Utara kembali cemas. BPBD, Basarnas dan Polres turun ke lokasi




Lombok Utara, (postkotantb.com) – Perairan Tanjung Borok, Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara kembali menelan korban. 

Sebuah alat berat dilaporkan terbalik di tengah laut pada Senin malam, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 20.30 WITA. 

Hingga berita ini ditulis Selasa pagi, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait jenis alat berat, jumlah awak, maupun penyebab pasti kejadian. Tim gabungan BPBD Lombok Utara, Basarnas, dan Polres Lombok Utara disebut sudah menuju lokasi untuk pengecekan dan evakuasi.

Warga Was-was Melaut Malam

Kabar ini mengejutkan warga Sukadana. Perairan Tanjung Borok terakhir menjadi sorotan saat satu unit kapal tenggelam sekitar tahun 1984/1985.
"Ini kedua kalinya perairan sini makan korban. Dulu kapal, sekarang alat berat. Warga jadi was-was kalau melaut malam," ujar salah satu nelayan Sukadana yang enggan disebut namanya.

Menurut warga, Tanjung Borok memang dikenal memiliki arus laut yang kuat, terutama saat malam hari dan memasuki musim angin barat. Sejumlah nelayan sudah lama mengingatkan agar ekstra hati-hati saat melintas di titik tersebut.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi awak alat berat tersebut. Apakah selamat, hilang, atau menjadi korban masih menunggu hasil evakuasi tim di lapangan.

Kepala Desa Sukadana juga belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Desakan Pemasangan Rambu Laut

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di perairan utara Pulau Lombok. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memasang rambu atau sistem peringatan di titik-titik rawan seperti Tanjung Borok.

"Hampir 41 tahun dari kejadian kapal dulu, sekarang terulang lagi. Harusnya sudah ada tanda bahaya di sini," kata warga lainnya.

Pihak berwenang diharapkan segera merilis kronologi lengkap setelah proses evakuasi selesai.

Pewarta: Sabdanom