Sumbawa Barat, (postkotantb.com) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memperkuat komitmen pembangunan yang berkeadilan gender melalui Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Gender (PUG). Kegiatan selama dua hari itu berlangsung 19–20 Agustus 2026 di Kedai Sawah, Taliwang.
Bimtek dibuka langsung oleh Asisten III Setda KSB, Dr.H.Syaifuddin.
Peserta yang dilibatkan adalah para perencana di lingkungan perangkat daerah. Mereka terdiri dari Kasubbag Penyusunan Program pada OPD, unsur pengendali pembangunan dari Bappeda, serta unsur pengawasan dari Inspektorat Daerah.
*Fokus pada Kapasitas Teknis Perencana*
Tujuan utama Bimtek adalah memastikan penerapan PUG konsisten di seluruh tahapan pembangunan. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut Bimtek PUG tahun sebelumnya. Pemkab ingin memastikan pemahaman PUG tidak berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam dokumen perencanaan.
“PUG tidak semata-mata memberikan pemahaman dasar. Fokus kita adalah peningkatan kapasitas teknis perencana dalam mengidentifikasi kesenjangan gender dan merumuskan isu gender secara tepat,” jelas panitia dalam pemaparan.
*Bekali GAP dan GBS*
Dalam Bimtek, peserta dibekali keterampilan menyusun dua instrumen penting, yakni Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS). Kedua dokumen ini berfungsi memastikan kebijakan dan anggaran responsif terhadap kebutuhan laki-laki dan perempuan.
Hasil analisis dari GAP dan GBS ditargetkan langsung terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran OPD. Dengan begitu, program yang dirancang benar-benar menjawab persoalan kesetaraan di masyarakat.
*Membangun Koordinasi Hulu ke Hilir*
Sasaran strategis Bimtek adalah terbentuknya kapasitas bersama lintas fungsi. Bappeda diharapkan memperkuat koordinasi dan pengendalian penerapan PUG. Sementara Inspektorat ditargetkan meningkatkan kualitas pengawasan agar PUG berjalan substantif di lapangan.
“Dengan melibatkan perencana, pengendali, dan pengawas, kita ingin membangun mekanisme kerja yang saling terhubung dari hulu ke hilir. Hasil Bimtek harus berdampak pada mutu dokumen perencanaan OPD,” tambah panitia.
Pelaksanaan Bimtek PUG 2026 didukung anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp39.021.900.
Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan untuk memastikan laki-laki dan perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang setara. Melalui penguatan kapasitas perencana, Pemkab Sumbawa Barat berharap kebijakan daerah ke depan semakin inklusif dan berkeadilan. (Amry)


0Komentar