Denpasar, (postkotantb.com) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Udayana. Nota Kesepahaman atau MoU ditandatangani di Ruang Sidang Rektor Lantai 1 Universitas Udayana, Jalan P.B. Sudirman, Denpasar, Bali, Jumat (14/08/2026).

Penandatanganan ini disaksikan langsung jajaran pimpinan kedua institusi. Tujuannya satu: memperkuat sinergi pembangunan daerah, khususnya di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan.

Bupati Sumbawa Barat memimpin langsung delegasi daerah. Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dan Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Innov.

Bupati menegaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi negeri adalah kebutuhan mendesak bagi daerah.

"Kami ingin memastikan pembangunan di Sumbawa Barat ditopang SDM yang kompeten dan sistem kesehatan yang kuat. Universitas Udayana adalah mitra tepat untuk itu," ujarnya.

4 Fokus Utama MoU  

Ruang lingkup kerja sama mencakup empat bidang utama:
- Pendidikan: kuliah tamu dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan daerah
- Penelitian: riset bersama terkait kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit
- Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan: pelatihan, workshop, dan magang
- Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah

Rektor Universitas Udayana menyambut baik kerja sama ini. Pihak kampus menyatakan siap mendukung melalui program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mulai dari pengabdian masyarakat, penelitian, hingga pelatihan bagi aparatur dan tenaga kesehatan Sumbawa Barat.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, menyebut kolaborasi ini akan berdampak langsung ke pelayanan rumah sakit.

"Kami targetkan ada peningkatan kapasitas nakes melalui pelatihan, workshop, dan magang di Unud. Tujuannya agar layanan ke pasien semakin cepat, tepat, dan profesional," katanya.


Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan menambahkan bahwa kerja sama juga akan menyasar penguatan sistem kesehatan berbasis data.

"Kami butuh dukungan riset untuk program pencegahan penyakit, analisis kesehatan masyarakat, dan pengembangan SDM di puskesmas serta rumah sakit," jelasnya.

Dengan MoU ini, Pemkab Sumbawa Barat berharap terbangun ekosistem kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan rumah sakit untuk melahirkan inovasi pelayanan publik.

"Sinergi ini bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan yang semakin berkualitas. Bersinergi untuk Sumbawa Barat yang lebih maju luar biasa. RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Melayani dengan JUARA," pungkas Andy Suhaeri. (Amry)