Upacara Hari Pramuka di Lapangan Pahlawan jadi momentum hidupkan nilai Dasa Darma dan Persami rutin di sekolah


Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk memperkuat pendidikan karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda di Kabupaten Sumbawa.

Ajakan itu disampaikan saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Pramuka di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Jumat (14/8/2026).

“Semoga Gerakan Pramuka semakin maju dan terus memberikan kontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, tangguh, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Ansori dalam amanatnya.

Jangan Hanya Dihafal, Dasa Darma Harus Diamalkan

Wabup menegaskan peringatan Hari Pramuka tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Ia meminta momentum ini digunakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepramukaan.

Menurutnya, Pramuka bukan sekadar singkatan dari Praja Muda Karana. Gerakan ini sudah terbukti menjadi wadah pembinaan yang melahirkan pemimpin, patriot, dan tokoh-tokoh yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

“Jangan sampai nilai-nilai Dasa Darma hanya kita ucapkan dan kita hafalkan, tetapi harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Ia menilai nilai-nilai itu penting untuk membentuk pribadi generasi muda yang berani, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan dengan pemikiran jernih.

Dorong Siswa Berani Bermimpi dan Tekun Belajar

Kepada peserta didik, Wabup menyampaikan dua pesan utama: berani bermimpi tinggi dan memiliki semangat pantang menyerah.

“Beranilah bermimpi tinggi dan jangan mudah menyerah. Cita-cita harus dibarengi dengan usaha, kedisiplinan dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.

Sebagai langkah nyata, Wabup mendorong Kwartir Cabang Gerakan Pramuka bersama sekolah-sekolah untuk menggalakkan kembali kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu atau Persami secara rutin.

Ia menyebut Persami bisa menjadi sarana langsung menerapkan nilai kepramukaan, bukan hanya teori atau hafalan Pancasila dan Dasa Darma. Lewat perkemahan, siswa dilatih hidup mandiri, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah positif untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengurangi pengaruh negatif pada remaja.



Wabup menilai pendidikan karakter adalah kunci menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Karena itu sinergi antara Gerakan Pramuka, sekolah, keluarga, dan pemerintah perlu terus diperkuat.

“Pembangunan generasi muda tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap, dengan penguatan kegiatan kepramukaan berkelanjutan, lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. (Jhey)