Lombok Barat, (postkotantb.com)  – Seorang pria berinisial IMS (51), wiraswasta asal Lingkungan Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, ditemukan meninggal dunia di emperan belakang rumahnya pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 05.45 WITA.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, NS (49), dalam kondisi tergantung dengan tali rafia berwarna hijau yang terikat pada besi rangka atap emperan. Mengetahui hal itu, NS langsung memotong tali dengan pisau dapur dan meminta pertolongan warga.

Salah satu kerabat, KS (50), bersama warga sekitar kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Tripat Gerung menggunakan mobil pribadi.
 
Polsek Gerung bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat langsung melakukan olah TKP. Dari lokasi diamankan sejumlah barang bukti berupa dua potong tali rafia hijau, tiga kursi plastik, satu bilah pisau dapur, sepasang sandal jepit, serta teko dan gelas plastik.

Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran membenarkan peristiwa tersebut.  
"Polsek Gerung segera berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Lombok Barat. Unit Identifikasi melakukan olah TKP, pengumpulan keterangan saksi-saksi, serta hasil pemeriksaan medis awal dari rumah sakit," ujarnya Selasa (28/7/2026).

Dokter UGD RSUD Tripat Gerung menyatakan korban tiba dalam kondisi tidak sadar, tidak ada respons, denyut jantung, maupun napas spontan. Upaya resusitasi tidak membuahkan hasil dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil Visum et Repertum luar menemukan luka bekas jeratan disertai pembengkakan pada leher. Tim medis tidak menemukan tanda kekerasan benda tajam, benda tumpul, maupun tanda perlawanan. Perkiraan waktu kematian kurang dari dua jam sebelum tiba di rumah sakit.

Diduga Terbelit Masalah Ekonomi  

Dari keterangan keluarga dan saksi, korban diduga mengalami tekanan akibat masalah ekonomi dan utang piutang. Keluarga menyebut korban beberapa kali mengeluhkan kesulitan keuangan dan sempat mengungkapkan niat mengakhiri hidup. Pihak kepolisian juga menemukan percakapan pesan singkat yang menguatkan dugaan tersebut.
 
Penyidik sempat menawarkan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun keluarga menolak secara resmi.  
"Keluarga menyatakan ikhlas, menerima kejadian ini sebagai musibah, dan tidak akan menuntut pihak manapun," jelas AKP Lale.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (Ramli Jamak)