Lombok Utara, (postkotantb.com) – Antusias luar biasa ditunjukkan masyarakat Dusun Jangkar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Puluhan warga turun gunung bergotong royong membuka akses jalan baru sepanjang 2 kilometer secara swadaya.

Aksi ini dilakukan karena fakta pahit, masyarakat Dusun Jangkar mengaku sudah 25 tahun diabaikan oleh Pemda Lombok Utara. Sejak tahun 2001 tidak pernah ada program jalan masuk ke kampung mereka.

Tanpa bantuan alat berat, warga hanya menggunakan cangkul, parang, dan tenaga manual untuk membuka jalan di lereng bukit tanah merah berbatu yang selama ini hanya berupa jalan setapak sempit tak layak dilalui kendaraan.


Sabtu sore, 26 September 2026, tokoh masyarakat Dusun Jangkar mendatangi rumah Sabdanom, wartawan postkotantb.com, di kediamannya untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi warga agar diteruskan ke Pemda Lombok Utara dan Dinas PUPR KLU.

"Kami sudah 25 tahun dianak-tirikan, tidak pernah dapat program jalan," ujar salah satu tokoh masyarakat Dusun Jangkar di sela kegiatan gotong royong.

Menanggapi keluhan tersebut, Sabdanom mengaku siap mengawal aspirasi warga.

"Saya menerima aspirasi warga Jangkar sore ini, saya akan kawal sampai ke Bupati dan PUPR agar segera ditindaklanjuti. Warga sudah bosan dengan janji, mereka bukti nyata bergotong royong membangun jalan sendiri," ujar Sabdanom.


Warga berharap jalan sepanjang 2 kilometer yang menjadi satu-satunya akses untuk membawa hasil pertanian seperti kopi, pisang, dan sayuran menuju desa tetangga, segera mendapat perhatian dari Pemda dan PUPR KLU dalam APBD Perubahan 2026. (Red)