Sumbawa Besar, (postkotantb.com)  – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menjawab pertanyaan masyarakat terkait rencana pembangunan mall dan pemindahan pedagang pasar tradisional.

Melalui pesan WhatsApp kepada media, Bupati Jarot menegaskan bahwa mall dan pasar tradisional memiliki segmen yang berbeda.

"Yang berdagang di Mall pasti barang khusus, standar khusus dan konsumen berbeda dengan barang di pasar tradisional. Misalnya Matahari, sport center, atau jenis outlet lainnya," ujarnya.

Sementara itu, pedagang bakulan, ikan, sayur mayur, kios dan lapak yang saat ini berada di Pasar Seketeng akan dipindahkan ke pasar baru.

"Yang sekarang berjualan bakulan, ikan sayur mayur dan kios, lapak yang ada di pasar Seketeng sekarang akan pindah ke pasar baru yang lebih bagus dan luas sesuai jenis yang mereka geluti saat ini," lanjutnya.

Bupati juga membuka peluang bagi pedagang tradisional yang ingin berjualan di mall. "Tapi kalau ada yang mau berjualan di Mall, juga bisa, jika berminat dan sanggup, tapi berbeda waktunya," jelas Jarot.

Pasar Baru Rampung Dulu, Mall Menyusul

Menurut Jarot, skema yang akan dipakai adalah membangun pasar baru terlebih dahulu, baru kemudian berdialog dengan investor untuk pembangunan mall dengan sistem perjanjian waktu tertentu, mirip pola pembangunan jalan tol.

"Pasar Baru Rampung dulu dan kita lakukan pemindahan. Baru selanjutnya kita bicarakan dengan pihak investor untuk bangun Mall dengan perjanjian waktu tertentu, seperti membangun jalan Tol. Di beberapa daerah tertentu sudah banyak yang berjalan dengan pola tersebut," tukasnya.

Ia menyebut pembangunan ini juga akan membuka lapangan usaha baru. Mulai dari jasa parkir hingga sektor pendukung lainnya yang akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah.

Pasar baru nantinya akan terintegrasi dengan Terminal Sumber Payung yang anggarannya untuk revitalisasi sudah disetujui pada 2028. Lahan yang disiapkan seluas 8 hektare, dilengkapi lapangan parkir luas dan lapak modern. 

"Sementara lahan Pasar Seketeng hanya 1 hektare dan sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Kota jadi kumuh," katanya.

Daya Ungkit Ekonomi Baru

Bupati menyebut sejumlah proyek strategis akan menjadi pengungkit daya beli masyarakat Sumbawa. Di antaranya industri unggas terintegrasi, industri garam, industri tambang, dan KEK Samota yang saat ini didorong oleh Fahri Hamzah.

"Kita harapkan orang Sumbawa tersedia tempat belanja di Sumbawa. Bukan nyebrang ke Lombok untuk mengeluarkan uang," tegasnya pada Minggu (06/09/2026).

Di akhir pernyataannya, Jarot meminta doa dan dukungan dari tokoh masyarakat dan intelektual Sumbawa. Saat ini Pemkab juga sedang melobi APBN pusat untuk pembangunan Pasar Induk.

"Saya mohon doa dan dukungan tokoh-tokoh dan intelektual Sumbawa untuk membantu atau memberi ide dan gagasan yang konstruktif membangun Sumbawa dengan niat ikhlas," katanya. (Jhey)