Lombok Barat, (postkotantb.com)– Dari lingkungan pesantren lahir tekad untuk mengabdi. Fauzan Maulad, Lc, putra Desa Bagik Polak Barat, menyatakan siap maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Barat.

Bukan sekadar mengejar jabatan, Fauzan membawa narasi pengabdian. Ia menyebut dirinya siap "mewakafkan" waktu, tenaga, pikiran, dan ilmu untuk membangun desa kelahirannya.

Semangat itu dirangkum dalam jargon “Maju dan Berkah untuk Desa Bagik Polak Barat”*, dengan visi “Bersama Membangun Desa yang Maju, Religius, Sejahtera, dan Penuh Berkah.”

Bekal Pesantren dan Akademik

Langkah Fauzan mendapat dorongan dari sejumlah tokoh masyarakat, terutama keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ahyar Bagik Polak Barat. Dari pesantren inilah perjalanan keilmuan dan pengabdiannya dimulai, sebelum ia melanjutkan pendidikan tinggi di Jakarta pada universitas yang berafiliasi dengan institusi pendidikan Timur Tengah.

Latar belakang itu yang ingin ia padukan dengan kebutuhan nyata di desa.

“Niat saya murni untuk mengabdi. Bersama-sama warga, kita ingin membangun Desa Bagik Polak Barat yang tidak hanya maju secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga religius, sejahtera, dan penuh dengan keberkahan di setiap sendi kehidupan masyarakat,” ujar Fauzan saat ditemui, Minggu 7/9/2026.

Fokus di SDM, Ekonomi, dan Transparansi

Menurut Fauzan, kemajuan desa tidak bisa hanya diukur dari jalan dan gedung. Ia menekankan 4 pilar utama: pembangunan SDM, pemberdayaan ekonomi, penguatan pemuda, dan pembinaan keagamaan.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan keterlibatan warga dalam tata kelola desa.

“Pemerintahan desa harus menjadi rumah bersama. Masyarakat harus mengetahui arah pembangunan, ikut terlibat, dan merasakan manfaatnya. Karena desa yang maju adalah desa yang dibangun bersama,” tegasnya.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, hingga pelaku UMKM disebutnya memiliki peran besar dalam gerakan pembangunan desa.

Kehadiran Fauzan memberi warna baru dalam demokrasi tingkat desa. Sosok muda berlatar belakang pesantren ini menawarkan kepemimpinan yang menyatukan pembangunan fisik, ekonomi, moral, dan spiritual.

Pilkades Serentak Kabupaten Lombok Barat tahun ini akan diikuti 77 desa. Tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa dijadwalkan dibuka sesuai ketentuan KPU Kabupaten Lombok Barat.

Bagi Fauzan, Pilkades bukan sekadar pertarungan kursi. Ia memandangnya sebagai ruang pengabdian untuk mengimplementasikan ilmu bagi kampung halaman.

“Dari pesantren saya dapat nilai. Dari pendidikan saya dapat wawasan. Dan dari Desa Bagik Polak Barat, saya ingin kembali untuk mengabdikan diri,” tutupnya. (Ramli Jamak)