Pelatihan tata laksana balita stunting dan dukungan anggaran DBHCHT jadi fokus percepatan penurunan prevalensi


Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terus menggenjot upaya pencegahan dan penanganan stunting. Sebanyak 26 Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa mendapat penguatan kapasitas melalui pelatihan manajemen tata laksana balita stunting yang digelar Selasa, 8 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarif Hidayat, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan tenaga kesehatan di lini terdepan memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama dalam menangani kasus stunting.

“Pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan Dinas Kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa, khususnya melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Kita ingin tenaga kesehatan memiliki pemahaman dan kemampuan yang semakin baik dalam melakukan tata laksana terhadap balita stunting,” ujar Sarif.

Sasar Dokter dan Petugas Gizi 

Peserta pelatihan terdiri dari dokter Puskesmas dan petugas gizi dari 26 Puskesmas. Materi yang diberikan mencakup seluruh alur pelayanan: mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, hingga penanganan sesuai tata laksana yang ditetapkan Kemenkes.

Menurut Sarif, penanganan stunting tidak bisa dilakukan parsial. Diperlukan kerja berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor agar intervensi di lapangan benar-benar efektif.

“Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi dapat berjalan secara efektif,” jelasnya.

Dukungan Anggaran Lewat DBHCHT


Selain peningkatan kompetensi, Pemkab Sumbawa juga memperkuat sisi pembiayaan. Pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan balita stunting melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk penanganan balita stunting melalui DBHCHT pada anggaran perubahan. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat upaya penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa,” tambah Sarif.

Dengan kombinasi penguatan SDM dan dukungan anggaran, Dinkes menargetkan pelayanan stunting di Puskesmas bisa lebih terarah dan berkesinambungan. Harapannya, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa dapat terus ditekan. (Jhey)