Lombok Utara, (postkotantb.com) – Kepala Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Zul Rahman SH, Spd.I, menyoroti ketidaksesuaian data desil penerima bantuan beras Bulog dengan kondisi nyata di lapangan.
Ia menilai banyak warga miskin yang justru tidak masuk daftar prioritas, sementara warga yang memiliki aset cukup besar masuk dalam desil 1-5.
Hal itu disampaikan Zul di ruang kerjanya kepada awak media, Senin, 1 September 2026.
Data Lapangan Berbeda dengan Aturan
Menurut Zul, banyak warga yang secara ekonomi paling rentan justru masuk desil 10 dan tidak menerima bantuan. Sebaliknya, warga yang memiliki sapi, sawah, dan tanah luas tercatat masuk desil bawah.
"Faktanya di lapangan tidak sesuai aturan. Banyak masyarakat yang tidak punya lahan dan sawah, tapi dia punya pinjaman bank karena saking tidak adanya. Malah itu yang dijadikan desil sepuluh," ujar Zul.
"Sementara banyak sekali fakta di lapangan, yang punya sapi banyak, tanah luas, sawah luas itu yang masuk kategori desil 1, 2, 3, 4 dan desil 5," lanjutnya.
Ia mengatakan kondisi ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Keluhan warga pun kerap diarahkan kepada pemerintah desa.
"Banyak yang kami dengarkan keluhan masyarakat. Dikit-dikit kades, dikit-dikit Kadus," ucapnya saat pembagian beras kemarin.
Penentuan Desil dari BPS
Zul menegaskan bahwa penentuan desil bukan kewenangan pemerintah desa.
"Kalau kita telusuri faktanya, itu data dari BPS," jelasnya.
Bantuan beras Bulog merupakan program pemerintah untuk menekan beban masyarakat kurang mampu. Penyaluran menggunakan pengelompokan desil 1 sampai 10, dengan desil 1-5 menjadi prioritas utama penerima.
Harap Ada Pelurusan Data
Zul berharap ada pembenahan data agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan salah paham di tingkat desa.
"Kami berharap supaya teman-teman media berkenan membantu untuk meluruskan suatu permasalahan ini. Karena menurut saya semua tumpuan masalah ini akan berimbas kepada kami di desa," kata Zul.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait mengenai data desil yang digunakan untuk penyaluran bantuan beras Bulog di wilayah Sukadana.
Pewarta: Sabdanom


0Komentar