Sumbawa Besar, (postkotantb com) — RSUD Sumbawa menyambut kunjungan tim rumah sakit pengampu dalam rangka visitasi pengampuan pelayanan kesehatan prioritas, khususnya layanan stroke dan uronefrologi, Kamis (03/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan rujukan di daerah melalui pendampingan, evaluasi, serta peningkatan kapasitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Program pengampuan rumah sakit merupakan bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan yang dikembangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, penguatan layanan tersebut melibatkan rumah sakit pengampu dan rumah sakit jejaring, termasuk RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Kedatangan tim pengampu disambut oleh Direktur RSUD Sumbawa bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Sumbawa dalam membangun koordinasi dan sinergi dengan rumah sakit pengampu untuk meningkatkan mutu serta kapasitas pelayanan kesehatan.

Dalam visitasi tersebut, tim pengampu melakukan peninjauan secara langsung terhadap kesiapan RSUD Sumbawa dalam pengembangan layanan stroke dan uronefrologi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas serta unit pelayanan melalui hospital tour.

Selanjutnya, tim bersama manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Sumbawa melakukan diskusi dan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan. Pembahasan mencakup kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta kebutuhan pengembangan layanan ke depan.

Hasil evaluasi dan diskusi tersebut menjadi bahan penyusunan rekomendasi bagi RSUD Sumbawa dalam meningkatkan kesiapan sekaligus mutu pelayanan kesehatan prioritas.

Kegiatan visitasi melibatkan tim RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, RSUD Provinsi NTB, serta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Sumbawa.

Manajemen RSUD Sumbawa menyambut positif pelaksanaan visitasi tersebut. Pendampingan dari rumah sakit pengampu dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pelayanan serta memastikan pengembangan layanan dilakukan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Penguatan layanan stroke menjadi salah satu perhatian penting dalam rangka meningkatkan kemampuan rumah sakit memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi pasien. Sementara itu, penguatan layanan uronefrologi diharapkan dapat mendukung pelayanan terhadap pasien dengan gangguan ginjal dan saluran kemih secara lebih optimal.

Melalui program pengampuan, RSUD Sumbawa tidak hanya mendapatkan evaluasi terhadap kesiapan pelayanan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendampingan dan transfer pengetahuan dari rumah sakit pengampu.

Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan RSUD Sumbawa sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan, sehingga masyarakat Kabupaten Sumbawa dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas.

Visitasi ini sekaligus menjadi momentum bagi RSUD Sumbawa untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan mutu pelayanan, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun tata kelola pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan visitasi pengampuan berlangsung pada 3 hingga 5 September 2026. Selain RSUD Sumbawa, agenda pengampuan juga mencakup RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat sebagai bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan prioritas di wilayah Nusa Tenggara Barat. (Jhey)