Sumbawa Barat, (postkotantb.com) — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Nusantara Jaya atau DPD LASQI NJ Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Training of Trainer pelatihan seni qasidah selama dua hari. Targetnya bukan hanya menang lomba, tapi memastikan pembinaan terus jalan dan melahirkan generasi baru.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov. di Aula Gili Paserang, Lantai III Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah, Rabu (02/9/2026). Hadir Ketua DPD LASQI Kabupaten Sumbawa Barat Huswatun Hasanah Hairul, S.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama H. Lalu Suhaili Fathanah, S.Pd., para camat, Ketua DPK LASQI kecamatan, serta 80 peserta dari seluruh kecamatan.

80 Pembina dari 8 Kecamatan


Setiap kecamatan mengirim 10 peserta. Mereka dibimbing langsung oleh 10 pelatih dari pengurus DPD LASQI NJ Kabupaten Sumbawa Barat di bawah koordinasi Hamdan, S.E.

TOT ini menjadi tahapan awal menuju Festival Seni Qasidah Nusantara Jaya Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat yang direncanakan Oktober 2026, lalu dilanjutkan ke tingkat nasional pada November 2026.

Ketua DPD LASQI Kabupaten Sumbawa Barat Huswatun Hasanah menegaskan pelatihan tidak boleh berhenti di kelas.  
“Pastinya di kegiatan ini ketika ada output, pasti akan ada outcome. Jangan stop ketika selesai kegiatan. Istilahnya dua hari, akan ada lomba festival akan stop di situ, jangan. Kita terus berkelanjutan,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Wakil Bupati Hanipah. Ia meminta peserta serius mengikuti pelatihan dan siap mentransfer ilmu ke kelompok qasidah di wilayah masing-masing.  
“Saya dan kita berharap kepada para peserta yang mengikuti TOT ini nantinya tidak hanya memahami teknik dan materi, tetapi pastinya harus mampu mentransfer apa yang didapat hari ini ke kelompok qasidah di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mendorong camat dan DPK LASQI kecamatan untuk mengawal proses pembinaan hingga ke desa-desa.

Perluas Pembinaan ke Sekolah: Hadroh dan Rebana Masuk SD-SMP

Pembinaan tidak hanya menyasar kelompok umum. Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menginventarisasi sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta yang sudah memiliki kelompok hadroh dan rebana.

Pengadaan alat hadroh dan rebana direncanakan melalui APBD Perubahan. Ke depan, guru agama akan membina siswa pada materi lafaz dan sholawatan. Rencananya juga akan digelar Festival Hadroh/Rebana antarsekolah saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau acara perpisahan sekolah.


“ Sangat luar biasa kalau pembangunan secara fisik, secara infrastruktur. Tetapi perlu juga kita bangun manusianya juga dengan keislaman, kita tanamkan di jiwa anak-anak kita,” kata Hanipah.

Koordinator LASQI Kabupaten Sumbawa Barat Roy Marhandra, S.E., http://M.Sos. menyebut penguatan sejak usia sekolah ini penting untuk regenerasi. Dengan begitu, Sumbawa Barat diharapkan memiliki lebih banyak penabuh rebana dan penyanyi qasidah yang siap berlaga di tingkat provinsi maupun nasional. (Amry)