Oleh: Sabdanom wartawan postkotantb.com


Wajah jalur pesisir yang membentang dari Pantai Luk, Lokok Piko, hingga Kokoh Penggolong di perbatasan Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Gangga, Lombok Utara, berubah total. Jika dulu dikenal sebagai koridor sunyi dan mencekam, kini kawasan tersebut menjelma menjadi pusat kegiatan sosial dan pertumbuhan ekonomi warga.

Jalur Sepi Era 80-90-an

Retrospeksi pada era 1980 hingga 1990-an menggambarkan kondisi yang kontras. Bentang jalan sepanjang pesisir tersebut didominasi rawa-rawa, semak dan vegetasi liar, serta minimnya penerangan jalan umum.

Kondisi geografis itu membuat kawasan terisolasi. Warga yang melintas, terutama malam hari, dihantui rasa was-was. Volume kendaraan sangat rendah, dan masyarakat cenderung menghindari jalur tersebut setelah matahari terbenam.

Titik Balik: Jembatan dan Warung Warga


Transformasi mulai terjadi seiring integrasi infrastruktur jalan dan dibangunnya Jembatan Baru Kokoh Penggolong. Akses yang semakin terbuka menjadi katalisator pertumbuhan.

Di sepanjang tepi jalan, kini tumbuh deretan warung dan usaha mikro milik warga lokal. Aktivitas kuliner dan jasa ini tidak hanya menghidupkan suasana, tetapi juga secara efektif menghilangkan stigma rawan yang melekat selama puluhan tahun. Jalur yang dulu dihindari, kini sengaja dituju.

Kehadiran usaha mikro tersebut juga membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.

Saat ini, koridor Pantai Luk hingga Kokoh Penggolong telah berfungsi penuh sebagai ruang publik inklusif.

Sore hari, tepi pantai menjadi tempat warga dari berbagai wilayah untuk melepas penat sambil menikmati panorama laut. Memasuki malam, terutama akhir pekan, kawasan Jembatan Baru Kokoh Penggolong menjadi titik kumpul favorit generasi muda dari berbagai dusun dan desa sekitar untuk bersosialisasi, nongkrong, dan berburu foto.


Perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal mampu mengubah citra wilayah secara holistik.

Dari kawasan gelap dan terisolasi, Jalur Pantai Luk – Kokoh Penggolong kini menjadi simbol kemajuan, rasa aman, dan denyut nadi aktivitas sosial ekonomi masyarakat di perbatasan Kayangan dan Gangga.