Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bergerak cepat menyikapi musibah longsor yang terjadi di kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua, Kecamatan Lantung, Sabtu malam (5/9/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Menyusul kejadian tersebut, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menggelar koordinasi lintas perangkat daerah pada Minggu (6/9/2026) pagi di Pendopo II, kediaman Wakil Bupati Sumbawa.

Koordinasi yang berlangsung mulai pukul 07.30 WITA tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pangan, Dinas PUPR, RSUD Sumbawa, Bagian Kesejahteraan Rakyat serta Bagian Umum.




Langkah tersebut dilakukan sebagai respons awal pemerintah daerah untuk membahas penanganan musibah sekaligus memastikan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kondisi korban dan keluarga terdampak dapat segera dikoordinasikan.

Selain melakukan koordinasi, Wabup Ansori juga mengunjungi dan mendampingi keluarga korban. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa serta duka mendalam atas musibah yang terjadi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Wabup Ansori.

Wabup menegaskan, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan aspek keselamatan dalam aktivitas pertambangan rakyat.

Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada kondisi pascakejadian, tetapi juga perlu diikuti dengan evaluasi terhadap kondisi kawasan dan aktivitas pertambangan rakyat di Lawang Tua.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan melakukan koordinasi bersama instansi dan pihak terkait untuk mengidentifikasi kondisi lokasi, memetakan potensi risiko, serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan guna meningkatkan aspek keselamatan di kawasan tersebut.

“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa dapat dicegah dan tidak kembali terjadi,” tegasnya.


Dalam penanganan pascakejadian, koordinasi lintas sektor juga diarahkan untuk memastikan korban memperoleh pelayanan yang diperlukan, termasuk pelayanan kesehatan serta dukungan sosial bagi keluarga yang terdampak.

Selain itu, perangkat daerah terkait akan terus berkoordinasi dalam melihat kebutuhan di lapangan dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi yang ditemukan.

Wabup Ansori mengajak seluruh pihak, khususnya masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan pertambangan rakyat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengutamakan keselamatan.


Ia berharap musibah tersebut menjadi pembelajaran bersama agar setiap aktivitas pertambangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, potensi bahaya dan keselamatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan penanganan dan evaluasi akan terus dikoordinasikan bersama seluruh pihak terkait sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat di kawasan pertambangan rakyat. (Jhey)