Lombok Utara, (postkotantb.com) - Masyarakat Dusun Labang Kara, Desa Sukadana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, mengharapkan kebijakan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KLU untuk segera menyelesaikan rabat gang di lingkungan mereka.

Pasalnya, hampir 9 tahun gang tersebut tidak pernah tersentuh oleh program pembangunan. Sejak tahun 2017 hingga September 2026, gang selebar 1,5 meter itu dibiarkan rusak, berlumpur saat hujan, dan menyulitkan aktivitas warga.

Masyarakat Labang Kara menilai gang tersebut sangat penting, bukan hanya untuk akses harian, tetapi guna mengantisipasi ketika terjadi bencana kebakaran di kampung itu.

"Jika tidak diperbaiki, maka akses masuk mobil damkar ketika terjadi bencana kebakaran di kampung tersebut sulit," ujar warga pada Sabtu (26/09/2026)..

Maka dari itu masyarakat Dusun Labang Kara beserta tokoh masyarakat meminta Pemda Lombok Utara bersama Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara untuk segera bertindak melalui program Penataan Lingkungan Dusun Labang Kara.

"Supaya kami di lingkungan dusun ini bisa aman dari bencana ketika ada terjadi bencana kebakaran," pungkas beberapa tokoh di dusun itu.

Mendengar aspirasi tersebut, Sabdanom langsung mendatangi Kadis PU di ruang kerjanya pada Senin, 21 September 2026.

Sabdanom meminta kepada Kepala Dinas PU untuk mengalokasikan program penataan lingkungan Dusun Labang Kara di APBD Perubahan tahun ini supaya masyarakat tidak terkesan dianak-tirikan.

"Saya tidak ada kepentingan politik, saya bersifat independen," tegas Sabdanom saat berkoordinasi di ruang kerja Kadis PU Lotara .

"Saya juga heran kenapa kok saya dari masyarakat kecil yang gak ada kapasitas, gak punya kedudukan, saya juga bukan pejabat kenapa kok ada empati terhadap nasib masyarakat. Kenapa Pemda gak berpikir ke sana," tegas Sabdanom.

Warga berharap tahun ini gang 1,5 meter yang menjadi satu-satunya akses darurat itu bisa dirabat, agar mobil pemadam kebakaran dan ambulans bisa masuk jika suatu saat terjadi musibah. (Red)