Aksi Kemanusiaan Majlis Ta'lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben Lotim menyalurkan bantuan terpal langsung kepada warga terdampak di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur.



Manggarai Timur, (postkotantb.com) — Lebih dari sebulan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur, sebagian warga di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, masih bertahan di tenda darurat.

Rumah mereka runtuh akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Hingga kini, warga yang mendirikan posko secara mandiri masih menjalani hari-hari di bawah tenda.

Posko mandiri tersebut disebut luput dari pantauan. Akibatnya, bantuan yang dibutuhkan warga tidak kunjung mereka terima.


Kondisi tenda pun semakin memprihatinkan. Terpal yang digunakan sebagai pelindung mulai tipis sehingga tidak cukup menahan dinginnya malam.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan akhirnya tiba pada Rabu (7/10/2026). Tim Aksi Kemanusiaan Majlis Ta'lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben - Lombok Timur menyalurkan bantuan terpal langsung kepada warga terdampak di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan tersebut berasal dari donasi para dermawan yang dihimpun oleh tim kemanusiaan tersebut.

Bagi warga Pota, terpal baru bukan sekadar bantuan logistik. Setelah lebih dari sebulan tidur di tenda dengan perlindungan seadanya, terpal itu menjadi tambahan perlindungan agar mereka bisa beristirahat sedikit lebih nyaman.

"Kami bersyukur sekali karena akhirnya dapat bantuan terpal dari Tim Aksi Kemanusiaan Majlis Ta'lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben - Lombok Timur. Ini sangat berguna bagi kami, untuk menambah kenyamanan selama tinggal di dalam tenda," kata salah seorang warga saat ditemui pada Rabu (7/10/2026).

Ketua Tim Aksi Kemanusiaan Majlis Ta'lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben - Lombok Timur, Ustaz Ahmad Asdaruddin, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur untuk warga di sejumlah titik terdampak gempa di NTT.

"Alhamdulillah, sudah sembilan titik lokasi bisa kami jangkau untuk menyalurkan amanat dan bantuan dari para donatur," ungkap Asdar.


Sembilan titik tersebut berada di sejumlah wilayah terdampak gempa. Salah satunya adalah Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, tempat warga masih bertahan di tenda darurat dan membutuhkan bantuan dasar.

"Semoga menjadi ladang amal jariyah kita semua," sambungnya.

Bagi warga di Pota, bantuan tersebut datang setelah mereka melewati lebih dari sebulan dalam kondisi serba terbatas. (Red)