Friday, August 2, 2019

Kemenkop dan UKM RI Gelar Pelatihan di Lombok Barat


Lombok Barat (postkotantb.com)- Sebanyak enam puluh pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan eksportir Usaha Kecil dan Menengah dari Lombok Barat, dan Lombok Tengah, mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Bidang KSP dan UKM Ekspor di Hotel Montana Senggigi. Kegiatan yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM RI ini diharapkan dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional dan berdaya saing.

Pelatihan yang akan berlangsung hingga tanggal 4 Agustus 2019 ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Moh. Taufiq saat membuka acara.

"Saya menyambut gembira kegiatan ini. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing SDM dan kelembagaan usaha kita. Dengan kapasitas perseorangan dan kelembagaan serta sertifikasi usaha, daya saing itu akan menjadi penunjang untuk peningkatan dan pertumbuhan ekonomi kita," kata Taufiq, Kamis (1/8).

Taufiq menerangkan, untuk menjadi produsen terpercaya, profil perusahaan menjadi salah satu pemikat para pembeli. Di sisi lain kepercayaan tersebut harus juga dibarengi dengan layanan purna jual berupa layanan keluhan atas kualitas produk, mekanisme pengembalian yang tepat, dan pemberian fasilitas pendukung atas produk. 

"Kepercayaan terhadap produk menjadi area abu-abu yang sangat menentukan system perdagangan di era digital ini. Saya berkeyakinan, kontribusi UKM dan KSP yang tersertifikasi akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan kita," ungkapnya.

“Untuk itu, kepada para peserta pelatihan, saya berharap manfaatkan semaksimal mungkin kegiatan hari ini,” lanjutnya.

Di bidang kelembagaan dan pendampingan usaha mikro kecil dan koperasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki sasaran kuantitatif yang semakin jelas. Di Lombok Barat, Jumlah Wira Usaha Pemula (WUP) dalam empat tahun terakhir sampai dengan tahun 2019 ini berjumlah 1.488. Pertumbuhan tahun ini dapat dikatakan cukup menggembirakan dengan terciptanya 420 WUP. Jumlah itu  meningkat dari tahun 2018 lalu yang berjumlah 323 WUP. Pemerintah menargetkan tahun ini dapat menumbuhkan 500 WUP sehingga tahun 2024 nanti diharapkan dapat mencetak 3.250 WUP. 

Dalam kesempatan itu, Santoso selaku Asisten Deputi Sertifikasi dan Standarisasi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM RI menegaskan, Uji Kompetisi mempunyai peran penting terutama dalam ilmu pengetahuan digital sesuai kompetensinya. Khususnya bagi pengelola KSP dan eksportir Usaha Kecil dan Menengah.

Santoso menyebutkan, di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dinamika kehidupan masyarakat yang sangat dipengaruhi perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

"Di bidang KSP harus mampu menjaga internal koperasi, sistem koperasi termasuk regenerasi agar koperasi selalu sehat. Sedangkan untuk UKM harus mampu mengekspor hasil pruduksi yang sudah dikemas dan diberi label, lebih- lebih go online. Demikian juga dalam pengelolaan kegiatan usaha simpan pinjam koperasi, harus mampu menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi informasi saat ini," terangnya. 

Untuk itu, lanjutnya, sebagai langkah untuk mendukung harapan tersebut, para pengelola koperasi harus memiliki kompetensi di bidangnya agar kinerja koperasi dan UKM dapat terus meningkat. Dari data 138 ribu koperasi secara nasional yang melakukan RAT hanya 80 ribuan, sedangkan sisanya dapat dikatakan tidak sehat.

Koperasi memiliki peluang untuk terus berkembang di era digitalisasi saat ini. Karena, di era ini pula para pelaku usaha harus berkolaborasi dan bekerjasama untuk bertahan dan untuk mengembangkan usahanya. 

"Tidak bisa terpisahkan antara UKM dengan pelaku usaha. Apalagi di Lombok Barat perkembangan wisata cukup baik," pungkasnya. (Eka)

No comments:

Post a Comment