Tuesday, November 5, 2019

Selain Sebagai Pusat Edukasi STIP Banyumulek Bakal MenjadI Pusat Rekreasi


Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah optimis kawasan Banyumulek bakal menjadi kawasan rekreasi disamping menjadi pusat edukasi
Mataram (postkotantb.com)- Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Pusat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diwakili Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, membuka Expo Peternakan Pertanian, dalam rangka 5 tahun kiprah LIPI untuk NTB, di Kawasan Bisnis Center Science Technology, Industrial Park (STIP) Banyumulek, Selasa, (5/11/2019).

Dalam sambutannya, Gubernur menyambut gembira desain STIP yang selain sebagai pusat pengembangan industrialisasi dan bisnis, juga akan menjadi pusat edukasi, industrialisasi dan rekreasi.

Dalam mendukung hal itu, Gubernur meminta agar kawasan STIP Banyumulek harus didesain dengan sentuhan-sentuhan nilai seni yang tinggi. Sehingga akan menghadirkan rasa nyaman, indah dan menyenangkan. Dengan demikian maka tempat ini akan selalu ramai dikunjungi anak-anak muda untuk belajar dan berkreasi.

Kawasan STIP dinilai sangat tepat sebagai pusat edukasi bagi para pelajar tentang industrialisasi dan rekreasi. Agar kedepan generasi muda NTB memiliki jiwa bisnis yang tinggi.

"Tidak mungkin kita semua akan menjadi PNS. NTB tidak akan maju kalau lulusan SMA dan perguruan tinggi cita-citanya jadi guru honorer, tapi industrilah yang akan menyebabkan total produktivity kita meningkat, industrialisasi yang menyebabkan marginal produktivity bidang peternakan pertanian diserab melalui industri itu," ujarnya.

Untuk itu Gubernur menekankan, kunci dari kemajuan dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat di NTB adalah melalui industrialisasi. Menurutnya, industrialisasi tidak selalu harus dimaknai dengan pembangunan pabrik-pabrik besar, namun skala-skala kecil yang mampu mengolah bahan baku yang dihasilkan di NTB, sehingga bisa memberi nilai tambah bagi daerah.

Gubernur berharap Kawasan Bisnis Center Science Technology, Industrial Park (STIP) di bawah bimbingan dari LIPI akan mampu menjadi contoh terbaik bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

STIP adalah ruang dimana semua orang akan mengekspresikan imajinasi untuk kemudian dikloning menjadi spin off di luar STIP menjadi industri-industri yang luar biasa. Dengan demikian maka NTB akan menjadi pusat destinasi dengan kemajuan teknologinya.

"Kalau NTB mau maju, kalau mau kemakmuran menyapa kita, kalau mau kesejahteraan bukan lagi impian, maka industrialisasi adalah jawabannya," pungkas Gubernur.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati yang mewakili Kepala Pusat LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati mengatakan, NTB merupakan provinsi yang sangat potensial untuk pengembangan peternakan. Sehingga fokus awal pengembangan di STIP Banyumulek adalah peternakan sapi potong yang didukung teknologi pertanian pasca-panen, sosial ekonomi lainnya yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan STIP Banyumulek.

LIPI akan terus bekerjasama dengan pemerintah Provinsi NTB untuk mengembangkan kawasan STIP Banyumulek dengan teknologi canggih. Agar kedepan STIP bisa menjadi etalase dan pusat informasi teknologi peternakan pertanian terpadu bagi akademisi, pebisnis, pelajar, UMKM dan masyarakat umum.

Selain itu, STIP juga didesain sebagai tempat pengembangan dan pemanfaatan inovasi teknologi, untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian masyarakat dengan hadirnya industrialisi terhadap UKM dan masuknya investor. Pengembangan STIP juga diharapkan akan mampu mencetak wirausahawan baru di daerah dengan aplikasi teknologi hasil produksi di STIP.

Dengan hal tersebut, ia berharap akan berdampak terhadap peningkatan  kesejahteraan masyarakat di sekitar STIP khususnya dan Provinsi NTB pada umumnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan serah terima pengelolaan STIP Banyumulek dari LIPI kepada Provinsi NTB. Selain itu juga diserahkan serifikat rekor MURI terhadap inseminasi buatan dan IB sexing dan recording Sapi Bali berbasis Android.

Dalam kesempatan itu juga Gubernur meninjau proses inseminasi terhadap Sapi Bali dan proses pembuatan 219 kg pakan ternak.(RZ) 

No comments:

Post a Comment