Bentuk Generasi Peduli Kesehatan, SMAN 1 Gerung Gelar Aksi Bergizi

, Saturday, January 11, 2020 WIB Last Updated 2020-01-11T05:55:49Z

Lombok Barat (postkotantb.com)- SMAN 1 Gerung Lombok Barat menggelar kegiatan aksi bergizi yang di kolaborasikan dengan acara makan bersama 'Begibung' di halaman SMAN 1 Gerung, Jum'at (10/1). Turut hadir dikegiatan ini yakni  Sekda Lombok Barat, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTB.

Program Aksi Bergizi ini sendiri merupakan intervensi kepada para remaja dengan memberikan suplemen gizi maupun perubahan perilaku sehat dan gizi. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku para remaja tentang kesehatan.

"Mereka dapat memilih dan memilah mana yang terbaik bagi dirinya. Baik mengenai makanan maupun gaya hidupnya. Dengan menjalani hidup sehat membuat mereka lebih bersemangat dalam belajar dan tentunya prestasi akan meningkat," Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat drg. Ambarwati, M.kes usai mengikuti kegiatan aksi bergizi tersebut.

Sementara itu, Kasek SMAN 1 Gerung Hj. Erny Zuhara SPd, MPd mengatakan, Progam aksi bergizi yang dilaksanakan di sekolah seminggu sekali, setidaknya akan mengubah pola pikir siswa dan orang tua. Setiap hari Jumat misalnya, siswa dibiasakan membawa makanan dari rumah, kemudian dimakan di sekolah sebelum KBM berlangsung. Dengan diwajibkannya membawa makanan dari rumah secara otomatis akan membuat orang tua menyediakan makanan yang terbaik bagi anak-anaknya. 

Orang tua yang tadinya tidak menyediakan makan pagi akan mulai berpikir untuk selalu menyediakan makan pagi bagi anak-anaknya. Tidak hanya makan, tetapi kegiatan aksi bergizi juga diisi dengan penyuluhan tentang gizi seimbang.

Karena sebenarnya harus diakui, bahwa sebagian besar banyak siswa yang belum sarapan pagi saat berangkat ke sekolah.

Lanjutnya, kegiatan aksi bergizi ini yakni program dari Unicef yang bekerjasama dengan Seameo Refcon. Program ini termotifasi melihat latar belakang keprihatinan tentang kondisi  gizi remaja di Indonesia.

"Gerakan sarapan pagi ini untuk menindaklanjuti gerakan Aksi Bergizi dan gerakan minum tablet tambah darah (TTD), yang dicanangkan Unicef beberapa waktu lalu," ungkapnya.

“Kami mendukung gerakan Aksi Bergizi dengan mengimplementasikan dalam program sekolah, yaitu gerakan sarapan pagi bagi para siswa,” katanya.

Lebih lanjut kata Erny, sekolah sebagai lembaga pendidikan ikut bertanggungjawab terhadap kesehatan anak. Dimana tujuan pendidikan itu adalah mengembangkan potensi siswa, membentuk akhlak mulia generasi yang sehat dan cerdas.

"Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah akan mengambil peran, agar penerapan kesehatan  dilaksanakan di sekolah juga," ujarnya. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini