Apa itu Rapid Test Corona? Ini Penjelasan dr. Emirald Isfihan

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram dr. Emirald Isfihan MARS

Mataram (postkotantb.com)- Pemerintah bekerjasama dengan pihak medis saat ini gencar melakukan tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) untuk COVID-19.

Apa sebenarnya Rapid Test corona tersebut,  berikut penjelasan Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Mataram dr. Emiral Isfihan MARS.

Dr. Emirald menjelaskan Rapid Test adalah tes awal dengan sample darah untuk mendeteksi antibodi yang dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona dan hasilnya bisa langsung diketahui dalam hitungan menit.

Apakah Rapid Test bisa mendeteksi orang tidak menunjukan gejala? dr. Emirald mengatakan Rapid Test belum tentu bisa mendeteksi orang yang belum menunjukkan gejala walaupun sebenarnya terinfeksi, jadi hasilnya bisa negatif walaupun seseorang sesungguhnya terinfeksi.

Sebagaimana data nasional ujarnya, orang yang terpapar virus corona bisa bergejala antara 5-6 hari setelah terkena virus. Jadi di awal awal terinfeksi kemungkinan tidak bisa terdeteksi dengan rapid tes. Maka orang yang terindikasi kena corona harus mengulang lagi rapid tes misalnya 1 minggu setelahnya.

Bagaimana bila hasil rapid test positif? Jangan panik dulu.


Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19, karena coronavirus memiliki 4 genus yaitu alfa, beta, gamma dan delta, sedangkan yang menginfeksi manusia adalah genus alfa dan beta.

Pasien yang hasil rapid test positif selanjutnya akan diperiksa swab melalui metode tes real-time reverse transcriptase Polimerase Chain Reaction (rRT-PCR).

"Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi Corona atau tidak," jelas dr. Emirald.

Jadi rapid test adalah skrining atau pemeriksaan penyaring, sedangkan untuk diagnosa pasti covid19 yaitu menggunakan metode PCR.

Berapa persen akurasi rapid? dr.  Emirald mengatakan dari beberapa sumber ada yang mengatakan sekitar 36%.

Nah untuk masyarakat yang takut karena ada yang positif dari rapid tes, ditunggu aja hasil setelah di swab ya. Jangan panik yang penting tetap waspada berdiam diri di rumah dan gunakan masker.(RZ)