-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bang Zul: Dari 233 Kasus Positif Covid-19 di NTB, 80 Persen Dari Klaster Gowa

    , Saturday, May 02, 2020 WIB Last Updated 2020-05-02T07:39:07Z
    Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengatakan 80 persen kasus positif covid-19 di NTB berasal dari klaster Gowa

    Mataram (postkotantb.com)- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah berhasil mengidentifikasi penyebaran wabah COVID-19. Hal ini menjadi kabar baik untuk masyarakat agar sementara tidak melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang berpotensi menjadi carrier penyebaran COVID-19 ini. Pihaknya sangat serius dan fokus dalam mencegah penyebaran COVID-19 ini , namun juga berhati-hati dalam melakukan tindakan yang refresif.

    “Jumlah di NTB ini meningkat hingga 233 orang yang sudah terindentifikasi positif Covid 19," ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB saat berbicara pada program kabar petang  TV One pukul 17.30 wita secara live dari Perumahan Lingkar Harmony Mataram, tentang implementasi pembatasan  sosial peribadatan, Jumat, 1 Mei 2020.

    Bang Zul menjelaskan dari jumlah tersebut, 80 hingga 90 persen berasal dari klaster Gowa. "Kita memang sudah mampu mengindentifikasi klaster mana yang berkontribusi paling besar dalam penyebaran ini,” tegasnya.

    Berdasarkan data dari pihak-pihak terkait, kata Gubernur Zul, lebih dari 1.200 orang  masyarakat NTB yang berangkat ke Gowa. Karena itu,   Pemerintah daerah dengan melibatkan semua unsur terkait, terus melakukan penanganan dengan pendekatan untuk memberikan pemahaman terkait COVID-19 ini kepada masyarakat yang sudah melakukan perjalanan ke Gowa.

    “Kami betul-betul hati-hati melakukan pengawasan dan tes terhadap teman-teman yang masuk dalam klaster Gowa, ini tidak gampang karena memang secara fisik mereka sehat-sehat,” tuturnya.

    Bang Zul juga menegaskan bahwa sosialisasi perlu dilakukan lebih masif lagi agar masyarakat mengerti dan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk melawan COVID-19 ini.

    “Memang sosialisasi terus intensif dilakukan, dan mudah-mudahan dengan tidak mengenal lelah dan dengan cara yang persuasif masyarakat mulai mengerti apa lagi di bulan puasa ini kita imbau untuk menutup masjid, tidak salat tarawih, tidak solat berjamaah kadang-kadang jadi ribut juga,” jelas Bang Zul.

    Terkait masih adanya masyarakat yang melaksanakan ibadah secara berjemaah, Gubernur menyampaikan bahwa tim Gugus COVID-19 tetap melakukan tindakan pendekatan. Salah satunya bertemu dengan tokoh agama agar menemukan jalan terbaik untuk masalah ini.

    Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dialami oleh dunia saat ini dengan cara tetap mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah demi kebaikan bersama.(RZ)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pariwisata

    +